PWI Babel Komitmen Menjaga Profesionalitas Wartawan

KBRN, Pangkalpinang : Selain sebagai organisasi wartawan terbesar di tanah air, Persatuan Wartawan Indonesia memiliki peran penting terhadap pembangunan Republik Indonesia.

"PWI ini organisasi besar, usia PWI bahkan jauh sebelum Indonesia hadir, melalui para tokoh pendirinya PWI melakukan perlawanan terhadap penjajah  melalui tulisan mereka, foto - foto, PWI berperan penting bagi pembentukan Republik ini, PWI punya saham besar", kata Wakil Sekretaris PWI Babel Fahruddin Halim kepada rri.co.id, Jumat (21/10/2021) di temui usai menjadi narasumber dalam kegiatan Pra UKW PWI  di Sekretariat PWI Babel Pangkalpinang.

Dia menambahkan, pada masa perjuangan wartawan berperan ganda dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

"Selain melalui tulisannya mereka juga aktif dalam perjuangan, mereka bagian dari pemimpin republik ini, dimana pemimpin republik ini di situ ada wartawan," ujarnya.

Untuk itulah menurutnya PWI juga bertanggung jawab terhadap kompetensi para jurnalis sehingga sampai saat ini PWI menjadi lembaga uji resmi terhadap Kompetensi Wartawan.

"Sekarang ini sekitar  20 ribu anggota PWI dan semua harus kompeten, termasuk UKW ini yang ke VII kita laksanakan di Babel, tujuannya  untuk meningkatkan profesionalisme dengan menyelenggara UKW secara berkala," ungkapnya.

Wartawan juga di tegaskannya harus dapat membawa pesan perubahan bukan menakutkan seperti yang di stigmanisasi oleh sebagian orang akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Memenuhi hak publik memperoleh informasi, jangan sampai yg sudah ikut UKW tidak ada perubahan, bagaimana merumuskan rubrik dan lainnya, untuk segala tingkatan, wartawan PWI harus memiliki kompetensi dan profesional", tegasnya.

Tak hanya itu bahkan saat ini jurnalis di tuntun harus dapat memperhatikan hak anak - anak dalam kegiatan peliputan dan pemberitaan yang berkaitan dengan anak.

"Yang penting lagi sekarang ini bahkan bagaimana meliput itu yang ramah anak, jika tidak sesuai dengan kaidah yang ada akan menjadi traumatik bagi anak yang mungkin dia sebagai korban pelecehan, kalau kita salah menulis ya selamanya  akan di salahkan," tambahnya.

Untuk itu ia berpesan kepada para jurnalis atau wartawan berhati - hati dalam menjalankan tugas dan senantiasa memperhatikan kode etik jurnalistik.

"Makanya berhati hati mudah2 an peserta UKW ke VII ini bisa lulus semua dan menjadi yang profesional, PWI punya andil besar terhadap Republik ini, bagaimana mungkin jasa PWI besar mau di hancurkan oleh orang PWI sendiri, kita di lindungi hukum dan PWI akan melindungi profesi wartawan yang berurusan dengan hukum selagi dia benar," pungkasnya (WS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00