Rutan Sumenep Intensifkan Razia dan Tes Urine
- 08 Mei 2026 14:44 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sumenep menunjukkan keseriusannya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba dan barang terlarang. Usai pelaksanaan Apel Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan praktik penipuan, jajaran rutan langsung menggelar razia kamar hunian serta tes urine bagi warga binaan dan petugas, Jumat 8 Mei 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama aparat penegak hukum dari unsur kepolisian, TNI, dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep sebagai bentuk sinergi pengawasan dan penguatan keamanan di lingkungan rutan.
Petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh di setiap kamar hunian warga binaan. Selain itu, penggeledahan badan juga dilakukan dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dan sesuai standar operasional prosedur.
Dalam kegiatan tersebut, BNNK Sumenep melaksanakan tes urine terhadap 18 warga binaan yang dipilih secara acak dan 5 petugas rutan. Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkoba.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Rutan Sumenep, Samhaji, menegaskan bahwa razia dan tes urine merupakan langkah nyata pasca pelaksanaan ikrar pemasyarakatan bersih.
“Komitmen yang kami bangun hari ini tidak berhenti pada pelaksanaan apel ikrar saja, tetapi langsung diwujudkan melalui tindakan nyata berupa razia dan tes urine,” ujar Samhaji.
Ia menambahkan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin demi memastikan kondisi rutan tetap aman dan kondusif.
“Kami ingin memastikan Rutan Sumenep benar-benar bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan segala bentuk pelanggaran. Karena itu, pengawasan akan terus kami perkuat bersama APH,” tegasnya.
Menurutnya, sinergi dengan aparat penegak hukum menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang berintegritas dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
“Kolaborasi dengan TNI, Polri, dan BNNK menjadi bukti bahwa pemberantasan narkoba di lingkungan pemasyarakatan membutuhkan komitmen bersama dan pengawasan yang berkelanjutan,” jelas Samhaji.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....