Sumringah Dongeng Bahagia dari Kampung Klayas

Buku Dongeng Baru

KBRN, Klayas : Perjalanan tim Pertamina Peduli bersama tim wartawan kali ini dimulai dari Pelabuhan Marina Kota Sorong untuk mengunjungi kampung Klayas, sebagai titik pusat kegiatan Coorporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina (Persero) di ring satu perkampungan warga dilokasi perusahaan, tepatnya di kampung Klayas Distrik Seget Kabupaten Sorong.


Sumringah keceriaan wajah masa depan siswa-siswi PAUD Tulip dan SD YPK Klayas yang dikunjungi secara bergantian kian menumbuhkan semangat bagi tim Pertamina Peduli untuk lebih mengenal jauh kondisi sekolah yang dalam 2 tahun terakhir dimasa pandemi COVID-19 mendapat perhatian dan dukungan dari PT Pertamina (Persero).


Dengan penuh percaya diri, Yohanis Kutumlas, siswa kelas 2 SD YPK Klayas berujar kegembiraan yang diperoleh setelah menerima kunjungan Pertamina Peduli, selain karena mendapat buku dongeng baru, Yohanis yang hobby belajar Matematika juga mengungkap cita-cita besarnya untuk menjadi prajurit TNI.


" Senang, karena dapat buku baru, bisa belajar lagi dengan teman-teman" kata Yohanis Kutumlas.


" Baru ko suka pelajaran apa kalau disekolah?" tanya saya lebih lanjut.


" Pelajaran matika matika (matematika,red), disekolah saya belajar membaca, berhitung, kalau besar nanti saya mau jadi tentara" jawab Yohanis Kutumlas.


SD YPK Klayas ini baru mulai aktif secara terbatas ditahun lalu, hal ini diutarakan Ledrik Walim dan Fransisca Katumlas, guru bantu sukarela yang turut didukung Pertamina Peduli, Ledrik Walim mengatakan, meski masih terbatas, namun semangat 84 siswa dari jenjang kelas 1 hingga kelas 6 untuk belajar sangat tinggi.


" Kalau kita di SD YPK Klayas jumlah siswa 84 itu jumlah keseluruhan dari kelas satu sampai kelas enam, anak-anak dari berbagai latar belakang kampung memiliki karakter berbeda sehingga pendekatan menjadi kunci untuk mengajak anak-anak tetap semangat belajar" kata Ledrik Walim.


" Mungkin seperti biasa pelayanan kah apa eee, kan basic dasar saya ini seniman begitu, jadi kemarin lihat keadaan seperti begitu rasa tara bisa begitu, saya mau mereka bisa keluar dunia sana, karena torang kalau hanya batas jalan dilaut ya cuma segitu saja" lanjut Ledrik Walim.


Saat ini kata Ledrik Walim ruang kelas masih sangat terbatas, sehingga kedepan diharapkan ada perhatian penambahan ruang belajar maupun sarana pendukung seperti buku-buku bacaan agar menarik minat literasi siswa.


" Yang dibutuhkan bisa tambah ruang belajar tambahan, karena saat ini baru 3 ruang kelas, ini lahan sekolah masih banyak jadi bisa dibangun, mungkin bisa kerja sama antara pemerintah dengan perusahaan" jawab Ledrik Walim.


Senada dengan Ledrik, Mama Yakoba Kafiar - guru sukarelawan PAUD Tulip Klayas juga meminta hal yang sama, yakni diberi bantuan ruang belajar murid PAUD Tulip, mengingat sejak PAUD dibuka ditahun 2018 hingga saat ini belum memiliki ruang kelas PAUD untuk belajar, ruang belajar sementara inipun berstatus meminjam gedung Posyandu, padahal murid PAUD Tulip Klayas mencapai 60 murid yang diasuh oleh 6 Bunda PAUD.


" Tahun 2018 kami punya PAUD ini sudah berjalan tetapi keadaan yang sekarang kendala untuk kita adalah bangunan sekolah dan bangunan yang sekarang kami belajar ini, kami pinjam dari kader Posyandu, mereka punya gedung yang kami pinjam, anak-anak berjumlah 60 anak yang ada dalam PAUD kita, bunda-bunda semuanya enam dan sekarang kami kendala itu alat-alat peraga diluar maupun didalam yang kami tidak punya, sedangkan yang ada di dalam ini ada bantuan-bantuan dari ibu-ibu Pertamina yang ada di Sorong" curhat Mama Yakoba Kafiar.


Antusias berdongeng dihadapan siswa-siswi SD YPK Klayas, Kabupaten Sorong ditunjukkan Didik Bahagia, Direktur Operasional PT Kilang Pertamina Internasional, Didik mengatakan komitmen PT Pertamina (Persero) melalui Coorporate Social Responsibility (CSR), terutama dibidang pendidikan secara berkesinambungan, satu diantaranya dengan menyalurkan buku dongeng hasil karya Perwira Pertamina di Kilang Pertamina Internasional Kasim.


" anak-anak kita pada saat di sekolahan baik di TK maupun di SD dari kelas 1 sampai kelas 6 mereka dibagikan buku cerita dongeng tentang Apa itu monster air tujuannya adalah anak-anak mulai dari umur dini belajar mencintai air belajar menghemat air" ujar Didik Bahagia.


PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan BUMN kebanggaan bangsa akan terus mengawal setiap kegiatan sosial kemasyarakatan, diantaranya dibidang pendidikan, sebagai wujud keterlibatan Pertamina dalam upaya menyiapkan sumber daya manusia untuk masa depan yang cerah.