Pilkada Ditunda Dengan Tiga Opsi, KPU Sintang Hentikan Sementara Kerja PPK

KBRN, Sintang: Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyampaikan tiga opsi penundaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020, menyusul mewabahnya  Covid-19 di Indonesia.

Opsi penundaan Pilkada  pertama, dilakukan selama tiga bulan,  menjadi 9 Desember 2020 jika sebelumnya oktober 2020.

Kemudian opsi kedua, pilkada ditunda selama 6 bulan atau hari pemilihannya akan digelar pada 17 Maret 2021. Atau pilihan ketiga yakni penundaan 12 bulan dan hari pemilihannya akan berlangsung pada 29 September 2021.

Komisioner KPU Sintang Karsinah mengatakan, KPU Sintang telah mengeluarkan SK dengan empat point penundaan, yang pertama penundaan Pelantikan PPS,Pembentukan PPDP, Pemutakhiran Data Pemilih dan verifikasi calon Perseorangan.

“ Kita juga melakukan penundaan kerja PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dan posisinya non aktif terhitung bulan april 2020 sambil menunggu arahan kapan mulai diaktifkan kembali, Penonaktifan ini juga secara otomatis menghentikan honor PPK,” Ujar Karsinah, minggu (05/03/2020).

Pemerintah, DPR dan KPU menurut dia setuju penundaan perlu diatur dalam peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau Perppu, sebab revisi undang-undang dengan situasi saat ini tidak bisa dilaksanakan.

selain itu dalam RDP, seluruh pihak juga menyepakati anggaran pilkada yang belum dipakai perlu direalokasi oleh pemda untuk penyelesaian penanganan pandemi Covid-19.

"Semua sepakat bahwa penanganan pandemi harus lebih didahulukan dibanding kontestasi politik, kamipun saat ini lebih banyak melakukan penyuluhan tentang covid-19,” tandasnya. (fik)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00