Jelang Sidang Putusan 6 Peladang Sintang, Polres Sintang Lakukan Pengamanan Optimal

KBRN, Sintang: Sejumlah kendaran Polisi dan TNI tampak hilir mudik di jalan protokol kota Sintang, raungan srine terdengar setiap saat, Dari Identitasnya beberapa kendaraan Polri dan TNI tersebut terlihat bukan saja dari mapolres Sintang namun sejumlah polres seperti Sanggau, Kubu Raya, Melawi hingga  Mapolda Pontianak.

Polres Sintang juga melakukan patroli dan memploting sejumlah anggota di tempat objek- objek vital seperti perkantoran pemerintah menyusul rencana aksi damai bela peladang yang akan digelar di pengadilan negeri Sintang senin (09/03/2020) besok.

Subag Paur Humas Polres Sintang Ipda Baryono mengatakan pihak kepolisian siaga di beberapa objek vital milik pemerintah yang berdekatan dengan Pengadilan Negeri Sintang diantaranya Kantor Bupati Sintang, Rumah Sakit, BRI, Kejaksaan, Kediaman Bupati dan Wakil Bupati hingga sejumlah pusat perbelanjaan pasar Inpres dan Pasar Raya Sintang.

“ Kita fokus di pengadilan, namun kita ingin aktivitas masyarakat tidak terhambat maka berupaya memberikan rasa aman dengan memploting anggota ditempat tempat layanan masyarakat jangan sampai warga tergangu, back up TNI pasti karena TNI merupakan mitra dalam menjaga kemanan,” ungkapnya, minggu (08/03/2020).

Kendati demikian Baryono tidak menyebut berapa jumlah personil yang disiagakan, menurutnya penyiagaan personil dilakukan secara situasional tergantung kebutuhan namun terjadi penebalam  pasukan dari Brimop Polda Kalbar yang juga berkoordianasi bersama TNI.

Rencana aksi damai ini juga mengakibatkan seluruh aktifitas sekolah di Kota Sintang, senin (09/03/2020) diliburkan, setelah bupati Sintang  melalui dinas pendidikan kabupaten Sintang mengeluarkan edaran libur.

Sementara, Ketua Aliansi Solidaritas Anak Peladang (ASAP) Andreas mengatakan, pada saat sidang putusan 9 maret besok , pihaknya akan mengerahkan massa 10.000 orang  untuk mengawal sidang terakhir.

Menurut Andreas tujuan melakukan aksi damai ini ingin menyatakan sikap bahwa peladang harus dibebaskan karena peladang bukan penjahat. Oleh karena itu, pihaknya meminta hakim memvonis bebas pada 6 peladang yang di dakwa menjadi penyebab Karhutla. (fik)

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00