Harga Gas Elpiji 3 Kg di Perbatasan Capai Lima Puluh Lima Ribu Rupiah

KBRN, Sintang: Masyarakat Perbatasan Sintang Kalimantan Barat dengan Negara tetangga Malaysia tepatnya Kecamatan Ketungau Hulu mengeluhkan mahalnya harga gas Elpiji tiga Kilogram mencapai 52 hingga 55 ribu rupiah per tabung.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua Kelompok Informasi Masyarakat perbatasan Ambresius Murjani bahwa harga gas Elpiji 3 Kilogram diatas lima puluh ribu rupiah per tabung di kecamatan Ketungau Hulu, kondisi Infrastruktur yang rusak dan beberapa titik masih tergenang banjir, Masyarakat Senaning Kecamatan Ketungau Hulu hanya dapat suplai gas elpiji 3 Kilogram dari Balai Karangan Kabupaten Sanggau.

“Untuk hari ini harga gas antara 52 hingga 55 ribu rupiah, kondisi buruknya infrastruktur faktor alam, pasokan hanya dari Balai karangan Kabupaten Sanggau,jika memang ada jalur pendistribusian dari Pertamina melalui agen ke Ketungau Hulu, kami masyarakat sangat berharap harganya terjangkau” Kata Ambresius Murjani, Senin (30/11/2020).

Menanggapi hal tersebut Sales Brand Manager Pertamina SBM Rayon 3 Kalbar Novan Reza Pahlevi mengatakan jika penggunaan gas elpiji 3 Kilogram memang hanya dipergunakan oleh masyarakat kurang mampu dengan penghasilan maksimal sebesar satu juta lima ratus ribu rupiah, dipastikan kuota yang disuplai pertamina lebih dari cukup.

Total penyaluran Gas Elpiji 3 Kilogram di Kabupaten Sintang pada November 2020 sebanyak dua ratus tiga puluh tiga ribu  dua puluh satu tabung.

“Kemaren kita sudah sosialisasi ke teman-teman agen dan Pemerintah daerah tentang masyarakat yang berhak menggunakan gas Elpiji 3 Kg, sedangkan harga eceran tertinggi setiap Kecamatan berbeda-beda berdasarkan jarak tempuh menuju lokasi tersebut,”Kata Novan Reza Pahlevi.

Dikatakan Novan Reza Pahlevi pertamina bersama Pemerintah daerah melakukan pengawasan terkait penyaluran elpiji 3 Kilogram di Masyarakat, hasil sidak yang dilakukan pertamina bersama Disperindagkop dan UKM Sintang kata Novan, menemukan ada beberapa pangkalan yang menjual harga diatas harga eceran tertinggi (HET), namun kata Novan HET sebesar 16.500 rupiah untuk Kecamatan Sintang ini masih mengacu pada peraturan Bupati tahun 2015, sehingga tahun 2020 pertamina telah memberikan masukan kepada Pemerintah daerah agar  HET ini dapat ditinjau kembali karena dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini. (Tin)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00