Harga Karet Anjlok, Bupati Sintang Pertimbangkan Tampung Karet Petani

KBRN, Sintang: Pemerintah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, sedang mempertimbangkan  untuk menampung karet rakyat apakah melalui bumdes , koperasi , menggandeng PTP XIII, BUMN atau bekerjasama dengan pihak swasta dalam menampung karet milik petani karet Sintang.

Menyusul keluhan warga terutama dari petani adalah karet yang tidak dapat ditampung pengepul, karena harganya anjlok.

Sebagaian warga Sintang  justru mengandalkan tanaman karet untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

" Pemkab Sintang berkeinginan mengalokasikan anggaran Rp5 miliar melalui dana penanggulangan COVID-19 untuk stimulus dampak ekonominya, sebagai dana bantuan pemerintah. Apabila pengepul tidak lagi bisa menampung karet rakyat, Pemkab Sintang bisa menggunakan dana tersebut untuk menampung karet rakyat," katanya, minggu (03/05/2020).

Sebagaian besar petani karet di Sintang saat ini mengeluh dengan kondisi anjoknya harga karet hingga Rp3 ribu perkilogramnya, kondisi ini semakin menyulitkan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, apalagi saat ini kondisi ekonomi masyarakat sedang sulit.

Wabah Covid-19 membuat sektor perkebunan karet di Kalimantan Barat  tak berdaya. Harga karet di tingkat petani kini hanya tinggal Rp3.000 saja. Sementara pada industri, beberapa pabrik di Indonesia dilaporkan berhenti beroperasi.

Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Kalbar Jusdar Sutan menyebut harga karet dunia sedang jatuh akibat pandemi yang melanda seluruh dunia.

Permintaan atas karet turun jauh. Harga karet dunia kira-kira satu dolar per kilogram.Karena negara-negara industri banyak yang lockdown, dan pabrik-pabrik otomotif, ban dan lainnya juga tutup. Sehingga harganya anjlok. (fik)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00