Stok Berkurang, Harga Gula di Sintang Naik Signifikan

KBRN, Sintang: Sebulan jelang Ramadhan,  komoditi pangan di Sintang mengalami kenaikan harga. Sejak kasus virus corona merebak gula pasar di Sintang mulai langka akibatnya harganya merangkak naik hingga Rp18 ribu perkilogramnya, pada kondisi normal harga gula pasir pada kisaran Rp12 ribu perkilogramnya.

Salah seorang pedagang dipasar Raya Sintang Jon mengatakan kondisi ini diakibatkan gula dari Malaysia tidak masuk saat ini banyak gula lokal yang beredar di pasaran akibatnya harga naik.

“Di toko-toko retail itu stoknya tidak ada,” katanya, rabu (11/03/2020).

Pantauan Media ini dilapangan sejumlah toko retail mengalami kekosongan stok, pembelianpun dibatasai hanya 2 kilogram saja, selain gula daging ayam mengamai kenaikan dari Rp35 ribu menjadi Rp48 ribu perkilogramnya.  

Selain harga pangan, harga emas perhiasan di kota Sintang mengalami kenaikan signifikan dari kisaran 470 ribu rupiah pergram naik signifikan hingga 580 ribu rupiah pergram, kondisi ini sudah berlangung dalam sepekan terakhir.

Pemilik Toko emas di Pasar Raya Sintang Iwan mengatakan kenaikan ini mengakibatkan penurunan penjualan.

“ Harga sebelum kenaikan dua pekan lalu berkisar 470 ribu rupiah pergram, sekarang sudah pada kisaran 580 rupiah pergram, kenaikan ini mengindikasikan ekonomi memburuk, kondisi ini juga menyebakan berkurang penjualan emas,” kata Iwan, rabu (11/03/2020).

Sementara harga emas 24 karat PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada hari ini, Rabu (11/3/2020) berbalik melemah, bergerak lebih rendah dibandingkan dengan posisi, Selasa (10/3/2020). Penurunan harga ini menjadi antiklimaks setelah pada pekan lalu harga emas Antam terus mencetak rekor baru.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari  Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga emas Antam dibanderol harga Rp839.000 per gram, turun Rp3.000 dibandingkan dengan posisi  sebelumnya sebesar Rp842.000 per gram. (fik)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00