Rawan Stok Pangan, Inflasi di Sintang Tetinggi Se Kalbar

KBRN, Sintang: Kepala Badan Pusat Statistik BPS  Kabupaten Sintang, Mochamad Su’ud menyatakan kabupaten Sintang merupakan daerah dengan tingkat inflasi paling tinggi di bandingkan daerah lainya di Kalimantan Barat.

Pada Awal tahun 2020 saja kabupaten Sintang mencatatkan tingkat inflasi sudah mencapai 1 persen lebih, sementara tahun 2019  tingkat inflasi diatas 8 persen, ini jauh melebihi  dua kota lain yang menjadi barometer tingkat inflasi di Kalbar yakni kota Pontianak dan Singkawang.

“ Penyebabnya yakni bahan makanan berupa sayuran dan ikan, Inflasi kita dimulai dengan survey biaya hidup selama setahun, dari hasil pembobotan tersebut yang paling tinggi biaya listrik selanjutnya beras dan bahan makanan, kondisi ini harus dijaga oleh pemerintah, agar fluktuasinya tidak terlalu besar,” ungkapnya seusai sosialisasi sensus penduduk 2020 di aula Diskominfo Sintang, rabu (12/02/2020).

Bahan makanan di Sintang dinilai Su’ud sangat rawan langka, bila stoknya terlambat maka akan berimbas naiknya harga barang di pasaran.

“ Dalam mendata inflasi ini kami menyebutnya survey konsumen, kami dilakukan pada toko yang sama dengan indikator satu komoditi dengan tiga toko sekitar pasar non retail, ada 250 komoditi yang kami survey,” ungkapnya.

Kenaikan gas elpiji 3 kilogram yang mencapai 38 ribu hingga 40 ribu di kabupaten Sintang juga masuk dalam indikator inflasi, untuk itu pemerintah perlu menjaganya, kendati harga mahal bukan termasuk dalam hitungan inflasi namun fluktuasi yang terlalu tinggi kata Su’ud menjadi penyumbang inflasi tinggi. (fk)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00