Wabah Corona, Sejumlah Pengusaha Eksportir Keluhkan Merugi

KBRN, Sintang: Virus corona yang mewabah di China membuat pengusaha eksportir barang rugi besar, sejumlah pengiriman pesanan dari China untuk sementara tidak dapat dilakukan. 

Kondisi ini disebabkan, pemerintah Indonesia menghentikan penerbangan langsung dari dan ke Cina sejak 5 Februari 2020 sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Warga Sintang, Saputra yang biasa melakukan pengiriman sejumlah pesanan mengaku rugi besar sejumlah pesanan batal dikirim, sebelum merebaknya kasus corona Saputra biasa mengirim minimal belasan paket pesanan ke China perbulan dengan nila transaksi ratusan juta rupiah.

“ Kondisi ini membuat kami mengalami mengalami kerugian karena pangsa pasar terbesar berada di China,” ungkapnya, jumat (07/02/2020).

Penghentian penerbangan langsung ke China juga berdampak pada anjloknya harga sarang burung walet, menurut pengumpul sarang burung walet di pasar inpres Sintang Ajan biasanya harga sarang burung walet kwalitas B (cong) belasan juta perkilogramnya kini anjlok hingga 7 juta rupiah.

China memang negara pemakaian sarang burung walet terbesar di dunia. Itu tradisi ratusan tahun.Berdasarkan catatan Kementerian Perdagangan, sepertiga perdagangan sarang burung di dunia diperkirakan mencapai 210 ton per tahun atau setara 1,6 miliar dolar AS berasal dari Indonesia.

Saat ini, Indonesia merupakan penghasil sarang burung walet terbesar di dunia. Pada 2019, Indonesia memproduksi sekitar 70 persen dari total produksi dunia dengan nilai ekspor mencapai USD 291 juta. Sementara, Tiongkok merupakan negara dengan konsumsi sarang burung walet terbesar di dunia.(fik)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00