Jaga Kelestarian Ikan, Masyarakat Ketungau Tengah Sintang Terapkan Hukum Adat

KBRN, Sintang:  Masyarakat Kecamatan Ketungau tengah Kabupaten Sintang Kalimantan Barat menetapkan hukum adat bagi warga yang menangkap ikan menggunakan tuba atau racun di aliran Sungai Ketungau dan cabang Sungai seperti Sungai Sekalau.

Kepala Desa Semareh Kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang Tanggi mengatakan saat ini kondisi Sungai surut sehingga aktivitas mencari ikan di aliran sungai menjadi rutinitas setiap tahun ketika musim kemarau, masyarakat menagkap ikan menggunakan alat tradisional yang tidak menyebabkan ikan di Sungai punah, dengan menjala, pukat, jermal, pancing, 29 Desa di Kecamatan Ketungau Tengah masing-masing memiliki hukum adat.

“Warga kami menerapkan hukum adat bagi warga yang menagkap ikan menggunakan tuba di Sungai besar karena sumber air minum, mandi, hanya diperbolehkan menggunakan alat-alat tradisional saja,” Kata Tanggi, Senin (8/3/2021).

Sementara itu Kapolsek Kecamatan Ketungau Tengah Iptu Hadi Sutikno sangat mendukung budaya masyarakat menangkap ikan menggunakan cara tradisional serta membuat kesepakatan untuk menerapkan hukum adat tersebut dalam menjaga kelestarian ikan dan kualitas air Sungai yang merupakan sumber konsumsi masyarakat setempat.

“Berkaitan dengan peraturan Desa, hampir seluruh Desa di Kecamatan Ketungau Tengah ini masih menerapkan hukum adat, memang dilarang menggunakan tuba kimia dalam menagkap ikan di Sungai,” Kata Iptu Hadi Sutikno.

Dikatakan Iptu Hadi Sutikno pihaknya tetap monitoring aktivitas menagkap ikan di Sungai melalui Kepala Desa, himbauan disampaikan kepada masyarakat agar tidak menggunakan racun kimia untuk menagkap ikan, banyak faktor yang menjadi pertimbangan selain dari menjaga kelestarian ikan juga dari sisi kesehatan.

“Polsek Ketungau Tengah melalui kanit intel membentuk jaringan kades guna langkah cepat untuk mengetahui berbagai permasalahan di tingkat Desa, terutama masalah yang berkaitan dengan hukum,” tambah Hadi Sutikno. (Tin)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00