Cegah Karhutla, Polsek Ketungau Tengah Cek Alat Pemadam Api Perusahaan

KBRN, Sintang: Upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, Polsek Ketungau Tengah memastikan ketersediaan peralatan pemadam kebakaran dan  pengecekan Ton siaga api PT. PSP (Perdana Sawit Plantation) dan PT. PML (Perkasa Mas Langgeng) di Kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang Kalimantan Barat.

Kapolsek Ketungau Tengah Iptu Hadi Sutikno mengatakan dari hasil pengecekan di dua perusahaan ini, mereka telah menyiapkan peralatan yang memadai untuk memadamkan api jika terjadi kebakaran hutan dan lahan, baik embung tempat penampungan air, mesin robin, selang, pakaian pemadam api, sepatu khusus untuk pemadaman api termasuk ketersediaan mobil tanki yang digunakan untuk pemadaman api area jauh yang tidak ada embung penampungan, bahkan ketersediaan alat pemadam api ringan di setiap ruangan.

“Kami bersama Kanit Binmas Aiptu Zetor Ginting, Kanit Sabhara Aiptu D. Wahono, KSPK Aiptu Harun, Bhabinkamtibmas Bripka Eka Suandi, dihadiri juga manager Kebun Andriadi dan Humas Apin, sedangkan di PT. PML diterima oleh Kapala bagian Tata Usaha Iwan dan Humas Udin, telah melakukan pengecekan ketersediaan alat pemadaman api di Perusahaan Wilayah Kecamatan Ketungau Tengah dan semua alat pemadam kebakaran berfungsi dengan baik,” Kata Iptu Hadi Sutikno, Kamis (25/2/2021).

Dikatakan Sutikno selain ketersediaan peralatan pemadaman api, pihaknya juga melakukan pengecekan kalayakan alat tersebut guna memastikan alat berfungsi dengan baik sehingga telah dipastikan dua perusahaan ini memiliki alat pemadaman api yang lengkap dan berfungsi dengan baik.

Menurut Sutikno pengecekan kelengkapan pemadaman ini sangat penting dilakukan mengingat masyarakat di kecamatan ketungau Tengah mayoritas petani, khusus peladang mereka biasanya melakukan pembakaran ladang sekitar Juni, Juli, Agustus ketika musim kemarau, sehingga pihaknya bersama pihak Kecamatan gencar melakukan himbauan agar waspada kebakaran hutan dan lahan, para petani yang akan melakukan pembakaran ladang dengan cara pembakaran terbatas dan terkendali wajib melakukan koordinasi bersama perangkat Desa setempat agar dijadwalkan dengan baik.

“Kami tetap melakukan monitoring lapangan terutama aktivitas pertanian di Kecamatan Ketungau tengah ini guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan asap pekat,” tambah Iptu Hadi Sutikno. (Tin)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00