Cegah Lalu Lintas Komoditas Pertanian Ilegal, Karantina Pertanian Perbatasan Gelar Patroli Gabungan

KBRN, Kapuas Hulu: Karantina Pertanian daerah perbatasan Republik Indonesia-Malaysia menggelar patroli gabungan serentak di sepanjang jalur perbatasan guna mencegah keluar masuknya komoditas pertanian ilegal di perbatasan.

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Entikong Yongki Wahyu Setiawan kepada RRI menjelaskan kegiatan patroli gabungan dilaksanakan sebagai upaya menegakan aturan perkarantinaan yang diatur dalam undang-undang nomor 21 tahun 2019 tentang karantina hewan ikan dan tumbuhan mengingat tahun 2020 lalu terjadi beberapa kali pemasukan produk pertanian ilegal seperti ayam, burung kacer, sosis madu, dan bibit tanaman yang berhasil digagalkan dan ditindak sesuai aturan yang berlaku.

“Kegiatan patroli gabungan ini juga bertujuan mengantisipasi masuk atau tersebarnya hama penyakit hewan karantina dan organisme pengganggu tumbuhan karantina serta lalu lintas media pembawa secara ilegal disepanjang jalur perbatasan,” Katanya, Kamis (21/1/2021).

Ia menjelaskan patroli gabungan dilaksanakan serentak disemua wilayah kerja sepanjang 900 kilometer yang meliputi empat Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Indonesia-Malaysia wilayah Kalimantan Barat yaitu PLBN Badau, PLBN Entikong, PLBN Aruk dan PLBN Jagoi Babang bersama  Satgas Pamtas Yonif 407/Padma Kusuma, Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas dan Customs, Imigration, Quarantine (CIQ) dan anggota Kepolisian.

Sementara itu, Komandan Satgas Pamtas Republik Indonesia Malaysia wilayah Kapuas Hulu Yonif 407/ Padma Kusuma Letkol Infanteri Catur Irawan menjelaskan patroli gabungan dilakukan dijalur-jalur tidak resmi antara Indonesia-Malaysia yang diduga sering dilalui pelintas batas secara ilegal untuk memasukan komoditas pertanian.

 “Tim Satgas juga saat ini semakin memperketat pengawasan diwilayah perbatasan melalui giat patroli dijalur-jalur tikus guna mencegah terjadinya keluar masuk barang dan orang ilegal diwilayah perbatasan,” Ujarnya. (Yos)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00