Akibat Banjir, Arus Lalin Jalan Nasional Penghubung Pontianak di Kecamatan Kalis Kapuas Hulu Terganggu

KBRN, Kapuas Hulu : Akibat banjir dengan kedalaman kurang lebih 1 meter mengenangi ruas jalan nasional penghubung Pontianak- Putussibau di kecamatan Kalis kabupaten Kapuas Hulu menyababkan arus lalu lintas transportasi terganggu.

Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Kapuas Hulu Muhammad Hatta mengatakan  kondisi jalan yang berlubang dan tergenang banjir sepanjang kurang lebih 100 meter menyebabkan beberapa pelintas terjatuh.

“Kalau untuk jalan nasional di kecamatan Kalis ini merupakan langganan banjir setiap curah hujan tinggi karena itu kami berharap pihak pemerintah segera menangani dengan membuat drainase atau membersihkan parit disekitar jalan tersebut, selain Kecamatan Kalis beberapa kecamatan di Kapuas Hulu juga terendam banjir yakni kecamatan Putussibau Selatan, Putussibau Utara, dan Kecamatan Mentebah  dengan kedalaman bervariasi 50cm sampai 1 meter untuk dataran rendah,” Ujarnya, Jumat (27/11/2020).

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu Gunawan, S.Sos menghimbau kepada masyarakat Kapuas Hulu  agar selalu berhati-hati dan waspada mengingat saat ini intensitas curah hujan cukup tinggi dan Kapuas Hulu merupakan daerah rawan terjadi banjir dan tanah longsor.

“Mempercepat penanganan bencana di Kapuas Hulu, BPBD Kapuas Hulu telah membentuk tim dan mendirikan posko siaga banjir dengan melibatkan TNI-Polri, Tagana, TRC, dan  Satpol PP kabupaten Kapuas Hulu karena itu kami meminta masyarakat setempat agar segera melaporkan kepada BPBD Kapuas Hulu melalui Camat atau Kepala desa jika terjadi bencana agar segera ditangani,” Katanya.

Pada 13 sepetember 2020 terjadi banjir besar yang melanda wilayah Kapuas Hulu yang menyebabkan arus lalu lintas transportasi dari Pontianak-Putussibau sempat terputus karena banjir dengan kedalam mencapai 3 meter juga menggenangi beberapa titik ruas jalan nasional di kecamatan Kalis Kabupaten Kapuas Hulu tersebut. (Yos)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00