Waduh, Ternyata Biaya Pemulasaraan Jenazah Covid-19 Mahal

KBRN, Sintang: Rumah sakit Ade Joen Sintang mengarapkan ada tim khusus pemulasaraan Jenazah Covid-19, mengingat dari beberapa kondisi terakhir biaya pemulasaraan Jenazah covid-19 sangat terbatas sehingga tidak cukup.

Humas Rumah Sakit Ade M Joen Sintang, Nursamsiah mengatakan, pemulasaraan Jenazah memang harus sesuai protocol Covid-19 sehingga memerlukan jumlah personil yang banyak.

“ Dalam pemulasaraan Jenazah Covid-19 pun dilakukan sesuai dengan agamanya masing- masing, Rumah sakit telah bekerjasama dengan pihak kantor Agama kabupaten Sintang. Untuk pembiayaam sebenarnya pihak BPJS kesehatan hanya membayar Rp4.360.000, sementara untuk biaya yang dikeluarkan rumah sakit untuk membeli peti Jenazah saja Rp4.500.000,” kata Nursamsiah.

Bila ditotal pembiayaan yang dikeluarkan rumah sakit tidak kurang dari 9 juta rupiah lebih, ini meliputi biaya kantong Jenazah,  Rp400 ribu, Kain Kafan, Rp700 ribu, Plasik meteran 200 ribu, APD lengkap 16 set, untuk satu setnya saja harganya Rp400 ribu.

“ Angka minimal yang dikeluarkan rumah sakit dalam pemulasaraan jenazah 9 juta 500 ribu lebih, proses yang dilakukan rumah sakit hanya sampai disini, selanjutnya pemakaman meliputi biaya penggalian dan sebagainya tidak dibebankan lagi ke rumah sakit,” jelasnya.

Sementara tim Satgas Penaggulangan Covid-19 kabupaten Sintang, Kurniawan mengatakan dalam penanganan Jenazah ini ada beberapa pihak yang terlibat.

“ Kita sudah petakan peran pengurusan Jenazah ini mulai Rumah Sakit, Tokoh Agama hingga petugas pemakaman, ternyata dalam mengurus jenazah saja biaya yang dikeluarkan hampir 10 juta, kita berusaha membuat rumusan biaya biaya ini, hingga biaya pemakaman, maka ini diperlukan pembicaraan lintas sektoral,” kata kurniawan.

Sebelumnya anggota DPRD Sintang dalam rapat Paripurna DPRD Sintang Senen Maryono sempat mempertanyakan pembiyaan untuk para penggali dipemakaman karena mereka perlu mendapatkan perhatian minimal biaya makan minum saat bekerja. (fik)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00