Cegah Penularan Virus Corona, Masyarakat Perbatasan Sintang Perketat Pemeriksaan Keluar Masuk Orang

KBRN, Sintang: Masyarakat perbatasan Indonesia Kabupaten Sintang Kalimantan Barat tepatnya di Kecamatan Ketungau Hulu dengan Negara tetangga Malaysia melakukan antisipasi ketat terhadap penularan virus corona terutama keluar masuk orang antar dua Negara ini dengan melakukan isolasi mandiri jika hasil rapid test reaktif, sebab untuk melakukan pemeriksaan swab memerlukan biaya mahal dan jarak tempuh yang cukup jauh menuju Kabupaten Sintang.

Ketua Kelompok Informasi masyarakat perbatasan Ambresius Murjani mengatakan akses jalan masuk ke Kabupaten Sintang Kecamatan Ketungau Hulu melalui Balai Karangan, ditambah lagi keberadaan perusahaan Kelapa sawit maka masih cukup banyak sopir angkutan barang yang beresiko terhadap penularan virus corona.

“Kita sampai sekarang selalu mengingatkan agar tetap selalu waspada terhadap penularan virus corona, menjalankan protokol kesehatan merupakan hal yang sangat penting, masyarakat yang baru kembali dari Negara tetangga yang hasil rapid test reaktif wajib melakukan isolasi mandiri,” Kata Murjani, Rabu (21/10/2020).

Sementara itu di Kecamatan Ketungau Tengah satuan tugas setiap Desa membangun Posko pencegahan penyebaran Virus corona covid-19, memantau keluar masuk warga dari luar Kecamatan Ketungau tengah maupuan Negara Malaysia.

Camat Ketungau Tengah Petrianus mengatakan dalam memantau pergerakan perjalanan orang antar dua Negara ini, pihaknya bekerjasama dengan Pamtas yang bertugas di Jalur perlintasan, sehingga warga yang masuk ke Kecamatan Ketungau Tengah wajib melakukan isolasi mandiri selama empat belas hari.

“Upaya yang kita lakukan di Kecamatan Ketungau Tengah dengan meningkatkan kembali kegiatan pencegahan melalui post setiap Desa, mengontrol setiap warga yang keluar dan masuk Kecamatan Ketungau Tengah,”Kata  Petrianus.

Dikatakan Patrianus satuan tugas percepatan penanganan covid-19 Kecamatan Ketungau Tengah melibatkan unsur Kecamatan, Desa, Puskesmas, TNI, Polri. (Tin)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00