TMMD 109 Kodim 1205 / Sintang Luncurkan Perpustakaan Apung di Batas Negeri

KBRN, Sintang: Hari menjelang siang ketika kapal motor air yang membawa ratusan buku perpustakaan itu dinyalakan. Dari dermaga desa Wira Yuda kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang Kalimantan barat kapal mulai bergerak perlahan.

Sungai Ketungau ini merupakan anak sungai yang cukup lebar dan panjang yang bermuara ke Sungai Kapuas, membelah tiga kecamatan, dua diantaranya kecamatan  yang berbatasan dengan negara Malaysia. Untuk masyarakat pedalaman Kalimantan barat sungai merupakan urat nadi kehidupan, tempat mencari penghidupan sekaligus sarana transportasi andalan karena jalan darat masih sangat sulit.

Sungai Ketungau ini berwarna coklat kehitaman menyerupai air teh yang kental, menurut beberapa warga warna sungai ini dipengaruhi oleh akar pepohonan di sekitaran sungai yang masih sangat lebat, di sungai ini pula hidup ikan arwana kwalitas terbaik dari pulau Borneo

Siang ini, petugas perpustakaan apung terlihat semangat. Ini pertama kalinya mereka akan menemui anak-anak perbatasan di desa lain, para petugas membayangkan puluhan anak-anak di desa  perbatasan yang akan dikunjungi perpustakaan apung ini  menunggu di dermaga dengan ceria.

Dan benar saja, ketika Perpustakaan terapung ini merapat ke bibir sungai puluhan anak-anak terlihat menunggu di dermaga dengan melambai lambaikan tanganya.

Semenjak pandemic covid-19 merebak di Indonesia anak-anak perbatasan mulai tidak sekolah, pembelajaran sistim daring sulit dilakukan karena keterbatasan sinyal internet dan pembelian kwota data yang dirasa cukup membebani para orang tua.

Alasan ini pula yang membuat Dansatgas TMMD 109 Kodim/Sintang letkol Infantri Eko Bintara Saktiawan menggagas lahirnya Perpustakaan Apung di Batas Negeri.

“ Semoga Perpustakaan Apung di Batas Negeri  memberikan kamanfaatan bagi kita semua terutama generasi kita anak-anak dibatas negeri, dengan mengucap Bismillah Horohmanirohim, perpustakaan saya resmikan,” ucap Dandim 1205/ Sintang saat meresmikan Perpustakaan Apung di Batas Negeri  di desa Wira Yuda kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang, Minggu (18/10/2020).

Gagasan dibangunya Perpustakaan Apung di Batas Negeri Kodim 1205 Sintang ini kata Eko Bintara Saktiawan  dikarenakan keprihatinannya dunia pendidikan bagi anak-anak perbatasan, dan kondisi infrastruktur darat yang terbatas sehingga masyarakat menggunakan sungai. Ditambah wabah covid-19 membuat anak-anak semakin sulit. Ini merupakan sumbangsih dari kegiatan TMMD 109 Kodim 1205 Sintang harapanya perpustakaan apung ini  tetap beroperasi walaupun kegiatan TMMD telah selesai.

Antusias warga membawa anak-anaknya ke perpustakaan apung dibatas negeri ini cukup tinggi seperti diungkapkan warga perbatasan yang sengaja membawa adik adiknya ke Dermaga untuk membaca dan mendapatkan bimbingan membaca.

“ Ini cukup baik karena anak-anak  bisa mengembangkan untuk belajar, dan ini ini membantu sekali apalagi sistim daring juga sulit diterapkan ,” katanya Dina.

Marti seorang Ibu di desa Wirayuda kecamatan ketungau Tengah kabupaten Sintang mengatakan Para orang tua saat ini mulai bingung dalam menerapkan belajar Sistim daring, kondisi ekonomi yang sulit juga membebani masyarakat karena ditambah dengan pembelian kwota data yang mahal.

“ Untuk membeli paket saja memerlukan minimal 100 ribu, saat ini anak anak pun sulit belajar, dengan perpustakaan apung ini cukup membantu anak-anak minimal memotivasi mereka untuk membaca buku,” katanya.

Kesulitan kegiatan belajar mengajar pun di benarkan Mila salah seorang pengajar anak usia dini di perbatasan, menurutnya Ia harus membuat kelompok dan mengajar tidak lagi di sekolah namun mendatangi mereka ke rumah- rumah.

“ Mau tidak mau kita harus mendatangi anak –anak kerumah rumah dengan membuat kelompok kelompok kecil, kalau tidak seperti itu mereka tidak belajar, adanya perpustakaan apung ini juga sangat bagus untuk mereka agar  mencintai buku,” katanya.

Apresiasi pun datang dari Yuli, Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sintang, Ia menyebut langkah yang  diambil oleh Dansatgas TMMD ke-109 Kodim 1205/Sintang dalam meningkatkan wawasan generasi muda di batas negeri merupakan terobosan bagus.

“Ini adalah upaya dari Dansatgas TMMD ke-109 yang juga merupakan Dandim 1205/Sintang untuk mengajak generasi muda di perbatasan lebih berkualitas dengan wawasan yang luas,” ucapnya.

Hal senada dikatakan Camat Ketungau Tengah, Pertianus menurutnya ini pemikiran hebat yang membuat Perpustakaan apung di batas negeri dengan tujuan untuk meningkatkan dan memotivasi minat baca generasi muda ditengah keterbatasan yang ada.

“Dengan segala pemikiran hebat dan kreatifitas beliau, (Dandim) generasi muda di daerah perbatasan tidak lagi merasa dibatasi dalam mencari wawasan. Setidaknya, ada sejumlah bahan bacaan yang disediakan untuk menambah wawasan generasi muda di daerah perbatasan,” katanya.

Baru sehari diresmikan, Perpustakaan apung ini menarik banyak anak-anak perbatasan untuk datang dan membaca buku-buku yang disiapkan, beberapa anak menyatakan senang dengan adanya perpustakaan ini karena mereka ingin membaca berbagai cerita di perpustakaan ini.

“ Saya tadi baca buku tentang toleransi umat beragama, Saya senang karena banyak juga buku cerita disini,” ungkap Bima Siswa kelas IV SDN 1 Desa Wira Yuda penuh antusias.

Perputakaan apung ini melengkapi kegiatan TMMD 109 Kodim 1205 Sintang setelah membuka keterisolasian dengan membangun jalan sepanjang 11 Kilometer dan dua jembatan dari desa Tirta Karya menuju desa Wira Yuda yang merupakan Ibukota kecamatan Ketungau Tengah kabupaten Sintang (fik)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00