Harga Lada Anjlok, Daya Beli Masyarakat Perbatasan Sintang Kalbar Menurun

KBRN, Sintang: Masyarakat di sepanjang perbatasan Sintang Kalimantan Barat dengan Negara tetangga Malaysia saat ini mulai mengembangkan jenis tanaman yang bervariasi untuk mengimbangi harga komoditi lada yang sedang anjlok sehingga berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.

Salah satu masyarakat perbatasan di Desa Semareh Kecamatan Ketugau Tengah Kabupaten Sintang Same mengatakan dalam tiga tahun terakhir hasil perkebunan lada sangat minim, sehingga para petani mulai mencari alternative untuk menanam berbagai jenis tanaman lain yang dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan pokok lainnya.

“Kita tidak bisa berharap selamanya menjadi petani lada, mulai sekarang kita harus membuka diri disektor perkebunan buah-buahan,”Kata Same.  

Menanggapi hal tersebut Ketua Kelompok Informasi masyarakat perbatasan (Kimtas) Amresius Murjani mengungkapkan rasa prihatin terhadap kondisi warga di perbatasan, komoditi unggulan lada selain hasil panen rendah, penjualan juga sangat terbatas, belum dapat menjual hasil panen ke Negara Malaysia sedangkan sejumlah harga kebutuhan pokok lainnya masih tinggi salah satunya harga gas elpiji tiga kilogram masih bertahan dengan harga lima puluh ribu rupiah per tabung.

“Saya sangat berharap ada solusi dari Pemerintah Kabupaten Sintang terhadap kesulitan masyarakat di perbatasan untuk harga gas elpiji 3 kilogram,” Kata Amresius Murjani, Kamis (15/10/2020).

Dikatakan Amresius Murjani saat ini pasokan gas di Kecamatan Ketungau Hulu adalah pasokan dari Balai Karangan Kabupaten Sanggau dengan harga yang relative tinggi jika dibandingkan dengan penghasilan masyarakat. (Tin)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00