Debit Air Terus Bertambah, BPBD Sintang Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

KBRN, Sintang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang menetapkan status tanggap darurat banjir, puting beliung dan tanah Longsor (Batingsor) mengingat tingginya Debit air Sungai Kapuas dan Melawi di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sintang Sugianto mengatakan ada delapan Kecamatan di Kabupaten Sintang yang terendam banjir, Kecamatan Kayan hulu, Kayan hilir, Ketungau hilir, Dedai, Sintang, Serawai, Tempunak dan Kecamatan Sepauk dengan ketinggian air antara setengah hingga dua meter, terparah di Kecamatan Dedai dua ribu 368 kepala keluarga terdampak.

“Dari Kecamatan ini ada beberapa data yang belum masuk ke BPBD seperti Kayan Hulu, Kalau Kayan Hilir 2 ribu 280 Kepala Keluarga terdampak dan data ini dapat saja bertambah,  paling banyak terdampak yaitu warga di Kecamatan Dedai,” Kata Sugianto, Jum’at (18/9/2020).

Sementara itu Camat Sintang Siti Musrikah mengatakan 13 Desa 16 Kelurahan yang ada di Kecamatan Sintang semuanya terendam banjir, ada sebagian wilayah dan ada yang seluruh wilayah bahkan saat ini Masyarat di Desa Tebing Raya tidak mendapatkan penerangan listrik Negara akibat aliran listrik di rumah warga terendam banjir.

“Tebing Raya perumahan satu Desa sudah terendam semua, listrik terpaksa harus dimatikan sehingga komunikasi melalui sambungan seluler terputus,”Kata Siti Musrikah.

Dikatakan Siti Musrikah monitoring terus dilakukan, pendistribusian bantuan bekerjasama dengan forkopincam dan diserahkan langsung kepada warga yang berhak menerima. (Tin)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00