Debit Air Tinggi, Ribuan Rumah di Beberapa Kecamatan Kabupaten Sintang Terendam Banjir

KBRN, Sintang: Debit air Sungai Melawi dan Kapuas di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat semakin tinggi,  Ribuan rumah terendam banjir, aktivitas masyarakat lumpuh total, jaringan lemah bahkan pemadaman aliran listrik Negara di beberapa Desa.

Dihubungi RRI Camat Dedai Halim Hartadi mengatakan Jumlah Rumah Kepala Keluarga yang terendam banjir di Kecamatan Dedai sebanyak dua ribu 368 kepala keluarga tersebar didua belas desa dari 31 desa di Kecamatan Dedai, ketinggian air dibeberapa titik mencapai satu setengah meter.

“Banjir terparah memutus transportasi darat di Desa Mengkirai, Sungai Mali dan Dedai Kanan sedangkan fasilitas umum yang terendam seperti Kantor Desa, Balai desa, Bangunan Sekolah PAUD/TK/SD/SMP, sarana ibadah/Puskesdes/jembatan/jalan, 64 Kepala Keluarga mengungsi,” Kata Halim Hartadi, Kamis (17/9/2020).

Ketua RT. 03 Desa Sungai Ana Kecamatan Sintang Kusno mengatakan banjir kali ini adalah banjir terparah dalam kurun waktu tiga puluh tahun terakhir, masyarakat terdampak tidak dapat bekerja normal karena tidak memiliki sampan untuk melintasi banjir dengan ketinggian antara setengah hingga dua meter.

“Meskipun lokasi kami menjadi langganan banjir setiap tahun, namun banjir kali ini dinilai sangat parah sehingga beberapa Kepala Keluarga harus mengungsi dan tidak semua perabotan rumah tangga dapat diselamatkan,”Kata Kusno.

Menanggapi Debit air yang terus tinggi, Camat Sintang Siti Musrikah membuka Posko bencana banjir di Kantor Camat Sintang, posko ini menerima sumbangan sembako dan uang yang selanjutnya diberikan kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Sintang.

“Posko kami buka setiap hari jam kerja, jika sumbangan dalam bentuk uang, akan kami belikan kebutuhan pokok,” Kata Siti Musrikah.

Pemkab Sintang kata Siti dikoordinir Dinas Sosial sudah menyalurkan bantuan beras ke Kecamatan Sintang sebanyak lima ratus kilogram. (Tin)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00