Banjir Genangi Pemukiman, Warga Sintang Tetap Bertahan di Rumah

KBRN, Sintang:  Pemukiman warga di bantaran Sungai melawi dan kapuas kota Sintang rata-rata terendam banjir antara setengah hingga satu meter.

Di kelurahan Kapuas Kiri Hulu Sintang mayoritas masyarakat yang terdampak banjir khususnya yang tidak memiliki sampan pribadi lebih memilih berdiam diri di rumah, selain rasa khawatir bahaya banjir, juga biaya transportasi jalur Sungai yang cukup mahal.

Lurah Kapuas Kiri Hulu Sintang Abdul Syukur mengatakan debit air semakin tinggi dalam tiga hari terakhir melumpuhkan akses transportasi darat menuju daerah Mensiku untuk kendaraan roda empat sedangkan kendaraan roda dua masih bisa melintas tiga titik penyeberangan menggunakan rakit dengan membayardua puluh ribu rupiah per titik banjir, orang pribadi lima ribu rupiah per orang.

“Tiga titik banjir ini rata-rata panjang lintasan sekitar lima belas meter dengan kedalaman antara setengah hingga satu meter,” kata Abdul Syukur, Minggu (13/9/2020).

Menanggapi kondisi banjir di Daerah bantaran Sungai Kecamatan Sintang, Camat Sintang Siti Musrikah mengatakan pihaknya melakukan monitoring seluruh pemukiman daerah bantaran Sungai di Wilayah kerjanya, Ia mengintruksikan kepada seluruh Kepala Desa di Kecamatan Sintang, jika kondisi semakin tinggi dan memerlukan penanganan khusus, segera melaporkan ke Camat Sintang untuk ditindaklanjuti.

“Memang daerah bantaran sungai ketika musim curah hujan tinggi selalu banjir setiap tahun diantaranya kampung ladang, Sungai Durian Masuka, Batu Lalau Kapuas Kiri Hulu dan lain-lain, intinya tetap waspada”. Kata Siti Musrikah.

Dikatakan Siti Musrikah meskipun daerah bantaran Sungai langganan banjir setiap tahun, namun masyarakat terdampak ini tidak semuanya memiliki sampan pribadi sebagai persiapan untuk melakukan aktivitas selama banjir. (Tin)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00