Curah Hujan Tinggi, Beberapa Kecamatan di Kabupaten Sintang Terendam Banjir

KBRN, Sintang: Sejumlah Kecamatan di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat sudah mulai terendam banjir, di Dedai Kanan Kecamatan Dedai warga yang melakukan perjalanan dari kecamatan Sintang menuju Dedai Kanan melintasi empat titik banjir dengan menggunakan rakit membayar sebesar sepuluh ribu rupiah per titik.

Salah satu warga Dedai Kanan Sarjiwan 40 tahun mengatakan banjir selain merendam pemukiman warga rata-rata sekitar setengah meter, empat titik banjir menuju kecamatan ini juga menjadi kendala baik aktivitas maupun pengiriman logistik.

“Kami sih sudah terbiasa dengan kondisi banjir karena setiap musim curah hujan tinggi lokasi ini menjadi langganan banjir,” Kata Sarjiwan, Jum’at (11/9/2020).

Sementara itu di Kecamatan Kayan Hilir saat ini Sungai Inggar dan Sungai Mau sudah banjir dan menggenangi pemukiman warga yang berada di bantaran Sungai.

Kasi Pemerintahan Kecamatan Kayan Hilir Sadikin mengatakan belajar dari pengalaman sebelumnya, warga saat ini lebih waspada, pihak Kecamatan sudah mengintruksikan kepada kepala Desa agar segera melaporkan jika kondisi banjir semakin tinggi.

“Sungai Inggar, Sungai Mau terlihat pasang hari ini, warga tetap waspada karena banjir beberapa waktu lalu memberikan rasa trauma bagi warga terdampak,”Kata Sadikin.

Menyikapi Informasi banjir di Perhuluan Kabupaten Sintang, Camat Sintang Siti Musrikah menetapkan status siaga banjir untuk wilayah Kecamatan Sintang.

“Air dari perhuluan kan sudah mulai sampai ke Kecamatan Sintang sehingga kita menetapkan status siaga agar dapat melakukan tindakan pencegahan dari hal-hal yang tidak kita inginkan,” Kata Siti Musrikah.

Dikatakan Siti Musrikah masyarakat harus waspada, meskipun beberapa lokasi di Kecamatan Sintang menjadi langganan banjir diantaranya Menyumbung, Kampung Ladang, masuka, Batu lalau, Tertung, Mungguk Bnatok, Sungai Ana dan sudah menjadi hal yang biasa, namun  masyarakat harus memperhatikan perkembangan pasang surut air. (Tin)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00