Banjir di Sintang 5 ribu KK Terdampak, Warga Mengungsi ke Kebun Karet

KBRN, Sintang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang meliris 5 (lima) ribu lebih Kepala Keluarga (KK) di empat kecamatan terdampak Banjir dalam tiga hari terakhir, yakni di kecamatan, Ambalau, Serawai, Kayan Hulu dan Kayan Hilir.

Kepala BPBD Kabupaten Sintang Melalui Kepala Bidang Rekontruksi dan Rehabilitasi  Heryadi mengatakan sampai saat ini pihaknya telah menerima 53 desa terdampak 53 dan beberapa kerusakan diantaranya 1 jembatan gantung roboh di Kayan hulu, 1 setegher rubuh hanyut di Kayan hulu, dan 1 stegher rubuh di Ambalau.

“ Saai ini BPBD telah menetapkan stasus siaga Batingsor. Dilaporkan 14 rumah tepi pantai hanyut dan beberapa tempat Ibadah, ketinggian air di pemukiman warga bervariasi anatar 3 hingga 5 meter, selain itu juga terjadi longsor terjadi di Kecamatan Serawai, Alhamdullilah tidak ada korban jiwa,” ungkapnya, senin (13/7/2020) pagi.

Heryadi menambahkan Banjir ini diakibatkan  hujan secara terus menerus dengan intesitas tinggi  yang menyebabkan meluapnya sungai Melawi di Ambalau –Serawai, dan sungai Kayan di Kayan hulu-Kayan hilir.

“BPBD telah melakukan Monitoring ke lokasi terdampak Sungai Kayan, dan Sungai Melawi dan meminta para camat dan desa setempat segera melakukan upaya -upaya memberikan bantuan evakuasi dan logistic. BPBD telah menyiapkan dapur umum di Kayan hulu dan hilir hari ini kami melakukan pendistribusian 1 ton logistik berupa makanan dan selimut ke kecamatan Kayan Hulu dan Hilir,” katanya.

Untuk di Serawai dan Ambalau kata Heryadi Dinas Sosial telah melakukan upaya cepat dengan mengirimkan bantuan ke lokasi banjir.

“ Saat ini kondisi yang perlu di waspadai juga di perairan Ketungau mengingat ketika di kayan surut limpahan air akan masuk kewilayah pertemuan sungai kapuas terutama di kawasan Ketungau namun sampai saat ini belum ada laporan banjir di kawasan ini,” tambahnya.

Sementara dalam upaya menyelamatkan diri warga yang terkena Banjir mengungsi ke daerah yang lebih tinggi seperti di lapangan bola, ada pula yang terpaksa membuat tenda darurat di kebun karet (fik)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00