Banjir Kayan Hilir, Lumpuhkan Transportasi Darat Sintang Menuju Kayan Hilir

KBRN, Sintang: Seluruh Desa yang berada di Daerah Aliran Sungai Kayan, Sungai Ingar dan Sungai Mau di Kacamatan Kayan Hilir Kabupaten Sintang Kalimantan Barat tergenang banjir dengan ketinggian sekitar dua meter bahkan banjir memutus jalur transportasi menuju Kecamatan Kayan Hilir.

Kasi Pemerintahan Kantor Camat Kayan Hilir Sadikin mengatakan lebih dari tiga kilometer lokasi yang lumpuh total akibat banjir mulai dari Desa Mekar Mandiri hingga Dusun Mabang, Desa yang ketinggian air masih bertahanada dua puluh Sembilan Desa diantaranya Desa Lengkong Bindu, Desa Jambu, Mumbai begunuk, Nanga Mau, Mekar Mandiri, Engkerangan, Mentunai, Nanga Lidau, Natai Tebedak, Landau beringin, Tertong Mau, Sungai Emang dan Jaya Sakti.

“Kami dari Kecamatan akan menindaklanjuti laporan dari masing-masing Desa, data yang disampaikan Kepala Desa sebagai bahan laporan kami ke BPBD Kabupaten Sintang,” Kata Sadikin, Minggu (12/7/2020).

Sementara itu Kasi Pemerintahan Desa Mekar Mandiri Kecamatan Kayan Hilir Aloysius mengatakan pengurus Desa telah menyiapkan tempat pengungsian masyarakat yang tempat tinggalnya tidak dapat dihuni, lebih dari 20 Kepala Keluarga telah mengungsi.

“Masyarakat yang mengungsi ini adalah masyarakat yang tempat tinggalnya di lokasi kedalaman hingga dua meter bahkan ada yang lebih,” Kata Aloysius.

Menurut Aloysius, banjir kali ini merupakan banjir terparah yang pernah terjadi sepanjang tahun, biasanya lokasi pengungsian di balai Dusun, namun kali ini Balai Dusun juga terendam banjir, masyarakat mulai mengungsi Minggu, 12 Juli 2020 pukul 04.00 WIB ketika ketinggian air terus naik.

Saat ini Kata Aloysius Masyarakat ditampung di Tempat Pengungsian Desa Mekar Mandiri Dusun Cipta Karya, hari pertama pengungsian belum meliki fasilitas memasak, pengurus Desa melakukan koordinasi bersama pihak Kecamatan untuk menyediakan tenda. (Tin).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00