Kunjungi Perbatasan, Jarot Apresiasi Langkah Warga Cegah Corona

KBRN, Sintang: Bupati Sintang Jarot Winarno menilai apa yang  dilakukan di Kecamatan Ketungau Hulu kabupaten Sintang Kalimantan Barat ( Kalbar)  dalam menjaga wilayahnya dari terpapar Covid-19  sudah cukup bagus dengan  memperketat keluar masuk orang dari dan  desa atau kampungnya masing-masing.

Jarot juga  meminta jika ada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang pulang dari Malaysia melalui perbatasan Ketungau Hulu, tim gugus tugas setempat segera membawanya ke Sintang untuk dilakukan penanganan sesuai protokol kesehatan covid-19.

“Saya sudah standby kan mobil satu disini untuk gugus tugas kecamatan, tujuanya untuk merapid test warga disini,  kalau hasilnya reaktif kita langsung isolasi di Sintang, kalau hasilnya non reaktif, kita pulangkan ke tempat asalnya,” ujar Jarot saat mengunjungi masyarakat perbatasan dalam sosialisasi menghadapi/menuju new normal atau normal baru, Jumat (29/05/2020)

Ditempat yang sama  Camat Ketungau Hulu, Jamhur mengataan bantuan bagi warga yang terdampak covid-19 di wilayah kerjanya, baik itu dari Pemrov Kalbar maupun Pemda Sintang terutama bantuan beras provinsi sudah di salurkan seusai ketentuan yang sudah di tetapkan.

Meskipun di temukan sejumlah kendala, namun hal itu ungkap Jamhur bisa dan sudah diatasi.

“Bantus Sosial Tunai (BST), sempat ada kendala dalam penyalurannya, tapi sudah diatasi melalui unsur forkopimcam, karena BST itu ada tiga lembaga yang menyalurkanya yakni kantor pos, BNI dan BRI,” katanya.

Kesulitanya di daerah perbatasan  tidak ada kantor BNI dan BRI, rupanya dana itu sudah masuk ke rekening mereka pada bulan maret lalu,  tapi ketidaktahuan, mereka sempat  memprotesnya, padahal sudah di masuk ke rekening mereka masing-masing.

Selain itu, untuk bantuan lainnya yang bersumber dari APBN melalui dana desa, lanjut Jamhur, ada BLT dan BLT DD, untuk di Kecamatan Ketungau Hulu ini tahap pertama baru 3 desa yang sudah melaksanakan, yakni Desa Engkeruk, Desa Sebadak dan Desa Sungai Seria.

 “Saya berharap kepada kades lain sesegera mungkin, karena kemarin ada surat edaran menteri desa, sebenarnya pada 24 Mei kemarin sudah harus segera menyalurkan.  Belum di salurkan bukan karena kadesnya tidak  mau menyalurkan, tapi karena keterlambatan informasi sebelumnya, mereka melakukkan belanja modal dulu, baru ada informasi pembayaran BLT,” jelas Jamhur.

Untuk tahap kedua kata Jamhur, sudah di salurkan ke rekening desa, tanpa pengajuan dari pemerintah desa, untuk itulah Jamhur meminta para kepala desa sesegra mungkin menarik anggarannya kemudian di salurkan sesuai dengan berita acara musyawarah desa (musdes) lalu di SK kan dengan peraturan kepala desa. 

“Nanti kami akan tetap beri SK pengesahan, ketika kami beri SK pengesahan, tolong berita acara dan SK peraturan kepala desa itu di singkronkan, atau di cek kembali,”ujar Jamhur.

Jamhur juga menyampaikan,  sejauh ini kondisi dan situasi dalam rangka penanganan dan pecegahan covid-19 di Kecamata Ketungau Hulu aman dan dan kondusif.  ( Rl/ fik)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00