Permohonan SIM Menurun, pelanggaran Lalu Lintas Meningkat

KBRN, Sintang: Kasat Lantas Polres Sintang AKP Aulia Hadi Saputra, SIK mengatakan permintaan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Polres Sintang dalam masa Pandemi covid-19 ini mengalami penurunan hingga setengahnya bila dibandingkan sebelum merebaknya covid-19.

Pembuatan SIM hanya belasan orang saja, padahal biasanya mencapai diatas lima puluhan pemohon SIM baru perharinya, lebih banyak perpanjangan daripada permohonan baru.

Aulia memperkirakan masyarakat saat ini jarang berpergian sehingga mereka merasa lebih aman dirumah saja selain itu, dalam masa pandemic ini pihak kepolisian jarang melakukan penilangan terhadap pengendara melanggar hanya diberikan teguran saja, kondisi ini menyebabkan mungkin masyarakat merasa aman.

Dalam memberikan layanan pembuatan SIM, Polres Sintang tetap membuka layanan untuk masyarakat walaupun jam layanan berkurang.

“Kita tetap memberikan pelayanan walaupun memang terjadi pengurangan jam layanan sesuai petunjuk, kita tetap laksanakan sesuai Ditlantas polda selama dua jam sehari dalam hari kerja yang dimuali buka jal 08.30- sampai jam 10.30,” Kata AKP Aulia.

Namun ini hanya pendaftaran, untuk yang masih antri dan sudah melakukan pendaftaran tetap dilayani hingga prosesnya selesai.

“Kondisi ini juga terjadi di Samsat, dan kita tetap melaksanakan pembuatan SIM sesuai protocol kesehatan dengan menyiapkan tempat cuci tangan, dan membuat ruang tunggu yang berjarak, tetap menggunakan masker,” tambahnya.

Melonggarnya tindakan Pelanggaran Lalu lintas diakui Aulia berbanding terbalik dengan meningkatnya pelanggaran lalu lintas oleh pengendara kendaraan roda dua, diantaranya penerobosan lampu merah, tidak menggunakan helm dan yang jadi permasalahan saat ini yakni mulai maraknya kembali penggunaan knalpot racing yang menggangu masyarakat umum

Pihaknya berkali-kali melakukan penertiban namun belum dapat menimbulkan efek jera, biasanya ditetibkan dijalur Pasar inpres mereka menggunakan di jalur berbeda seperti Jalan Lintas Melawi.

“ Kesanya seperti kucing-kucingan, jadi kita tetap tugaskan kepolisian untuk menindak anak-anak ini dengan mengangkut kendaraan mereka dan meminta menggantinya dengan knalpot standar,” Tandasnya. (fik)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00