Pemkab Sintang Sesalkan Penyegelan Fasilitas Desa

KBRN, SINTANG: Pemerintah Kabupaten Sintang menyesalkan tindakan warga yang melakukan penyegelan terhadap fasilitas publik oleh  ratusan warga Sunsong, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau kamis (21/05/2020) lalu.

Assisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Sintang Yasser Arafat mengatakan pemerintah kabupaten Sintang menyesalkan tindakan tersebut mengingat sengketa batas desa anatara kabupaten Sekadau dan Kabupaten Sintang tersebut saat ini sudah berada dikementrian dalam negeri.

“ Memang pembahasannya baru satu kali, dan telah keluar rekomendasi kemendagri namun belum disepakati, selama proses berlangsung masing masing pihak harus menahan diri hingga proses selesai,” ungkap Yasser saat dihubungi melalui selulernya, Senin (26/05/2020).

Atas peristiwa ini, Kata Yasser Arafat, wakil Bupati Sintang Askiman Senin (26/05/2020) mengunjungi desa tersebut untuk mengumpulkan data-data lapangan serta menghimbau semua pihak menahan diri apalagi saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi pandemi.

“ Selain  itu Bupati Sintang telah menyurati kementrian dalam negeri dan meminta kementrian dalam negeri untuk memproses penyelesaian sengketa ini, apapun keputusan kementrian dalam negeri agar tidak berlarut-larut, pemerintah kabupaten Sintang berharap kemendagri menetapkan hasil kesepakatan yang telah dibuat dalam berita acara terakhir yang dibuat disana,” tambahnya.

Yasser Arafat juga mengatakan bila melihat tuntutan masyarakat mereka menganggap Desa Bungkong baru merupakan desa Ilegal, padahal desa tersebut adalah desa resmi sesuai Perda, dan klaim–klaim wilayah saat ini masih dalam pembahasan di kemendagri, dan bila dilihat data memang wilayah tersebut masuk wilayah Kabupaten Sintang.

“Nanti kawan-kawan pemdes bisa menjelaskan ini, kawan-kawan di Sunsung menganggap fasiltas yang dibangun ini berada di wilayah Sekadau,” tambah Yasser.

Tiga gedung yang disegel warga yaitu Kantor desa, gedung pertemuan dan gedung puskesmas pembantu yang diklaim masuk diwilayah Sekadau. Penyegelan dilakukan dengan menggunakan papan.

Sementara, kepala Desa Sunsong Aban kepada media menjelaskan, dusun Bungkong merupakan wilayah desa Sunsong  sudah berdiri sejak 2011 berdasarkan SK Bupati Sekadau, saat ini jumlah KK (Kepala Keluarga) ada 300 dan sudah ada nomor registrasi desa 610900215 dari Kemendagri.

Untuk kasus ini, Aban berpesan agar warga desa Sunsong tetap tenang dan jangan melakukan tindakan anarkis. (fik) .

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00