Kasus DBD di Kapuas Hulu Meningkat, 2 Orang Anak Meninggal Dunia

KBRN, Kapuas Hulu :  Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana  Kabupaten Kapuas Hulu mendata saat ini terjadi peningkatan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kapuas Hulu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana  Kabupaten Kapuas Kastono kepada RRI menjelaskan sepanjang tahun 2022 tercatat 162 temuan kasus DBD di Kabupaten Kapuas Hulu yang tersebar di 14 Kecamatan dari 23 Kecamatan di Kapuas Hulu.

Sebanyak 162 tersebut menurut Kastono terdiri dari Putussibau Utara 80 orang, Putussibau Selatan 27 orang, Badau 7 orang, Bika 8 orang, Empanang 3 orang, Batang Lupar 2 orang, Kalis 4 orang, Suhaid 2 orang, Silat Hilir 1 orang, Embaloh Hilir 7 orang, Bunut Hulu 13 orang, Boyan Tanjung 2 orang, Semitau 2 orang, Embaloh Hulu 4 orang.

“Dari 162 kasus tersebut pada bulan agustus ini terdapat 20 kasus yang tersebar di Kecamatan Bunut Hulu 4 orang, Embaloh Hilir 1 orang, Putussibau Selatan 8 orang, Embaloh Hilir 5 orang, Bunut Hulu 7 orang, Bika 1 orang, Embaloh Hulu 2 orang, Semitau 2 orang, Suhaid 1 orang dan Boyan Tanjung 2 orang. Angka kematian penderita DBD sebanyak 2  yakni 1 orang 5 tahun 9 bulan  yang berasal dari Dusun Benit Desa Landau Mentail Kecamatan Boyan Tanjung dan 1 orang anak usia 6 tahun dari Bunut Hulu,” katanya, Selasa (9/8/2022).

Menurutnya menyikapi hal tersebut Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu melakukan penyelidikan epidemiologi yang merupakan kegiatan pencarian penderita atau tersangka lainnya, serta pemeriksaan jentik nyamuk penular DBD dirumah penderita atau tersangka dan rumah-rumah sekitarnya dalam radius sekurang-kurangnya 100 meter guna mencegah penyebarluasan atau mencegah terjadinya Kejadian Luar biasa.

“Kami juga melakukan penyelidikan epidemiologi  pada tempat umum yang diperkirakan menjadi sumber penularan penyakit dengan tujuannya utama kegiatan ini untuk mengetahui ada tidaknya kasus DBD tambahan serta terjadinya potensi meluasnya penyebaran penyakit pada wilayah tersebut,” ujarnya.

Selain itu kata Kastono, Dinas Kesehatan, Pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kapuas Hulu melakukan tindakan pengasapan (fogging), dan memberikan abatisasi serta memberdayakan masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) DBD dengan gerakan 3 M Plus (Menguras, Menutup, Mengubur). (Yos)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar