SILPA APBD 2021 Sintang Naik 313 Persen, Ronny; Dalami Laporan Realisasi Serapan Anggaran

KBRN,Sintang : Ketua DPRD Kabupaten Sintang,Florensius Ronny menilai membengkaknya sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sintang , Kalimantan Barat, tahun 2021 harus dilihat dari dua sudut pandang.

Menurutnya ada beberapa hal banyaknya SILPA yang mencapai Rp 190,75 miliar karena efesiensi belanja OPD. Namun, di sisi lain, bengkaknya SILPA hingga 313 persen dibanding tahun sebelumnya karena ketidakmampuan OPD untuk menyerap anggaran.

"Ini mau kita buka, kita lihat apa yang jadi permasalahannya. Nanti kita cari tahu apa masalahnya hingga 190 miliar SILPA tahun 2021. Kita tidak mau berpikir SILPA ini sesuatu yang buruk, tidak. Karena hal ini merupakan suatu efisiensi belanja dari teman-teman OPD. Kalau memang seperti itu, maka kita harus berikan apresiasi. Tapi kalau nanti penyebab daripada SILPA itu memang kelalaian atau ketidakmampuan OPD menyerap anggaran maka itu merupakan suatu koreksi, terutama bagi OPD yang tidak mampu menyerap anggaran," ujar Ronny, Rabu (6/7/2022).

Oleh sebab itu, SILPA harus dipandang dari dua sisi. Oleh sebab itu, DPRD Kabupaten Sintang akan mendalami laporan realisasi anggaran Pemkab Sintang tahun 2021, terdapat sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA) sebesar Rp 190,75 miliar.

"Jadi menanggapi silpa ini, tergantung sudut pandang. Kalau memang sisa anggaran berdasarkan efisiensi belanja oleh OPD maka itu hal positif, tapi kalau SILPA itu karena ketidakmampuan serapan anggaran, berarti itu hal negatif. Kita harus buka dulu baru kita tahu. Kita juga mau nilai selain dari sisi anggarannya apakah sudah tepat sasaran apa belum ke masyarakat," ujar Ronny.

Sisa lebih pelaksanaan anggara (SILPA) pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, tahun 2021 membengkak hingga 313 persen dari tahun anggaran 2020.

Berdasarkan laporan realisasi anggaran Pemkab Sintang tahun 2021, terdapat sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) sebesar Rp 190,75 miliar.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah saat membacakan pidato bupati sintang dalam rangka penyampaian rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Sintang tahun 2021 saat rapat paripurna di DPRD Sintang, selasa kemarin.

"Terdapat sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA) sebesar Rp 190,75 miliar. SILPA secara umum menggambarkan bahwa realisasi pendapatan melampaui target yang ditetapkan, sedangkan belanja terdapat efisiensi penyerapan atau terdapat penganggaran kembali kegiatan yang belum dilaksanakan pada tahun anggaran 2021," ujar Yosepha.

Yosepha mengatakan, laporan perubahan saldo anggaran lebih menunjukan bahwa SILPA tahun anggaran 2021 sebesar Rp 190,75 miliar. Jika dibandingkan dengan SILPA tahun anggaran 2020 sebesar Rp 46,13 miliar.

"Maka terjadi kenaikan SILPA sebesar Rp 144,62 miliar atau setara 313 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ungkap Yosepha.

Pada kesempatan itu, Yosepha juga menyampaikan permohonan maaf apabila penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan tahun 2021 belum dapat berjalan sesuai harapan masyarakat.

"Hal tersebut dikarenakan adanya kebijakan pemerintah pusat, kewenangan yang di luar jangkauan pemerintah daerah, serta keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran pemkab sintang atau di di luar perhitungan sebelumnya sebagai akibat kebijakan penanganan pandemi dan kebijakan penanganan bencana banjir besar pada tahun 2021," ujar Yosepha.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar