Dampak Wabah PMK, Penjualan Hewan Ternak di Sintang Merosot Tajam

KBRN,Sintang : Peternak kambing di dusun nenak ,desa Balai Agung , Kecamatan Sintang Slamet Muslih mengaku terdampak terhadap penjualan hewan ternak miliknya ditengah mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

"Sejak maraknya virus PMK dan menjelang Idul Adha ini kami terdampak pada penurunan penjualan dan merosotnya jauh banget ," ujarnya.

Slamet menyebutkan untuk penjualan ditahun lalu mampu mencapai Rp. 300 juta, namun di tahun ini hingga H- 4  perayaan idul adha Rp.100 juta saja belum sampai.

Hal ini menurut dia disebabkan dua faktor yang pertama mengenai harga, yang kedua karena kekhawatiran masyarakat tentang PMK.

"Hanya saja kita pastikan dan yakinkan kepercayaan masyarakat terhadap kesehatan hewan ternak kita sudah lolos dari Surat Kesehatan. Hingga saat ini Alhamdulillah dikandang kami belum ada yang suspect," katanya.

Kalau sakit ringan kata Selamet misalkan sakit mata itu sudah biasa , jika ternak baru datang dari perjalanan jauh , bisa dibilang tetap ada.

"Antisipasinya jika batuk pilek itu segera kita obati ringan, tapi kalau sakit mata kita obati secara alami saja tergantung tingkat keparahannya, semampu kita biar benar-benar sehat,' jelasnya.

Pengecekan hewan ternak wajib dilakukan oleh pihak terkait, didatangkan dari mana.

Dijelaskan Slamet hewan ternak miliknya didatangkan dari Bengkayang, Sanggau Ledo Ngabang dan Lokalang .

" Untuk harga dari tahun lalu perbandingannya standar kisaran Rp. 2.500 ribu hingga Rp.7 jutaan , dan saat ini harga sangat tinggi dipasaran. Kita selalu meyakinkan untuk kesehatan hewan ternak yang kami miliki dengan mengecek setiap hari,”bebernya.(Ram)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar