Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/105 Trk Bogani Berhasil Menggagalkan 31 Orang PMI Ilegal yang Hendak Masuk Malaysia

KBRN, Kapuas Hulu : Anggota Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia-Malaysia Yonarmed 19/105 Tarik kembali berhasil menggagalkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal yang hendak masuk ke Malaysia melalui jalur tidak resmi atau jalan tikus di Desa Sungai Antu, Kecamatan Puring Kencana, Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis (30/6/2022).

Sebanyak 31 orang PMI Ilegal bersama 8 orang balita beserta 2 orang sebagai penunjuk jalan berhasil di hentikan oleh Letda Arm Briyan Wira T beserta 8 anggotanya saat akan melintas di jalan Desa Sungai Antu dengan menggunakan 2 mobil truk.

Dansatgas Pamtas Yonarmed 19/105 Trk Bogani Letkol Arm Edi Yulian Budiargo menjelaskan kegiatan ilegal tersebut berhasil digagalkan melalui kegiatan ambush yang dilaksanakan oleh personel Pos Sei Mawang I yang sebelumnya sudah mendapatkan informasi dari informan terkait akan adanya PMI ilegal asal Indonesia yang akan mencoba masuk ke Malaysia melalui jalan tikus.

Ia mengatakan selama melaksanakan satgas sudah banyak kasus PMI ilegal yang berhasil digagalkan oleh Satgas  Pamtas dan dimungkinkan masih banyak PMI ilegal yang mencoba masuk ke Malaysia melalui jalur-jalur tidak resmi sehingga Satgas Pamtas akan terus memperketat pengawasan disepanjang Perbatasan wilayah Sektor Timur Kalimantan Barat..

“Sampai saat ini Satgas Pamtas Yonarmed 19/105 Trk Bogani sudah ada beberapa kasus ilegal yang berhasil kita gagalkan termasuk kasus PMI ilegal ini dan jumlahnya juga sudah mencapai puluhan orang, dari hasil penggagalan puluhan PMI ilegal tersebut dapat kita simpulkan bahwa masih ada kegiatan ilegal yang mencoba masuk ke Malaysia melalui jalan tikus di perbatasan.” Ujar Dansatgas.

Menurut Dansatgas  setelah berhasil diamankan puluhan PMI ilegal tersebut dibawa menuju Pos Kotis Nanga Badau untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan diberikan pemahaman agar tidak keluar masuk antar negara melalui jalur Non-prosedural dan selanjutnya 31 orang PMI ilegal beserta 8 balita dan para penunjuk jalan serta oknum terkait tersebut diserahkan kepada pihak Keimigrasian untuk proses lebih lanjut.

“Setelah diamankan puluhan PMI ilegal tersebut kita data di Pos Kotis dan kemudian kita berikan pemahaman mengenai aturan yang benar tentang prosedur keluar masuk wilayah antar negara. Diharapkan kedepannya kegiatan ilegal seperti ini dapat kita cegah dan dapat mengurangi jumlah aksi kegiatan ilegal diwilayah perbatasan.” Tambah Edi.(Papen/Yos)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar