Manfaatkan Lahan Kebun, Petani Terong Banting Setir Jadi Petani Cabai

KBRN, Sintang : Harga cabai saat ini di Pasaran sangat tinggi bahkan menyentuh di angka 10 Ribu Rupiah Per Ons atau 100 Ribu Rupiah per Kilogramnya.  Saat melakukan perjalanan ke daerah Tempunak, Kabupaten Sintang. Kepala RRI Sintang Agustini mewancarai petani cabai Nur dan Susanti, keduanya merupakan pasangan Suami Istri yang sedang memanen Cabai di Kebunnya.

Mereka menuturkan sebelum bertani Cabai jenis Lentera ini, awalnya mereka menanam Terong Hijau, tapi karena terkendala penyakit tanaman mengakibatkan gagal panen, dan sejak 5 bulan belakangan ini mulai menanam cabai jenis lentera sebagai gantinya dan hasilnya sangat memuaskan.

“Cabai ini perawatannya lebih mudah,dan harganya juga tinggi. Sampai saat ini sudah 20 kali panen dan dapat dilakukan setiap 5 hari sekali, Sekarang di ambil pengepul itu harganya 55 Ribu per Kg dibawa ke Daerah Sepauk untuk dijual lagi ke Pedagang di Pasar, Sedangkan sekali panen bisa menghasilkan 18  hingga 20 Kilogram.” kata Nur , Minggu sore ,(26/6/2022).

Saat ditanya mengenai Kendala, Nur mengatakan “Kesulitannya kalau hujan perawatan cabai harus lebih Intensif, tapi jika musim kemarau maka akan lebih mudah merawatnya dan jarang terkena penyakit tanaman. Untuk Menghindari penyakit dilakukan penyemprotan Fungisida yang di lakukan secara berkala,” tambah Nur.

Nur Berharap kepada Pemerintah, agar Pupuk dan obat-obatan harganya dapat di jangkau oleh Petani, hal tersebut dapat lebih meringankan Petani khususnya, Karena kondisi saat ini contohnya harga Pupuk Mutiara yang di gunakan untuk menyuburkan tanah harga dipasaran dbeli oleh petani 20 Ribu Rupiah per kg nya. (BI/Bagus Ichwanto)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar