Bupati Sintang Ingatkan Masyarakat Tak Serahkan Lahan Untuk Pertambangan Emas

KBRN, Sintang: Bupati Sintang Jarot Winarno mengingatkan masyarakat Nanga Pari kecamatan Sepauk kabupaten Sintang untuk  tidak menyerahkan lahanya untuk pertambangan emas karena pertambangan dapat merusak tanah air dan berdampak kerusakan lingkungan yang luas.

“Jangan menyerahkan lahan, karena tambang emas di kawasan hutan lindung, hanya boleh dibawah, hutanya tidak boleh di ganggu, jadi kita harus jaga hutan kita, tanah air kita, sungai kita, nanga pari, temawang bulai, nanga silit, sungai segak, rimba terakhir, hutan terakhir yang kita miliki, harus kita jaga semuanya," kata Jarot saat meresmikan Gedung Kantor Cabang Pembantu (Capem) Nanga Pari Koperasi Kredit Bina Masyarakat (Kopdit Bima), Desa Nanga Pari, Kecamatan Sepauk, Jumat, 20 Mei 2022.

Menurutnya saat ini tanah desa diprioritaskan untuk ketahanan pangan. Untuk itulah para anggota Capem Kopdit Bima Nanga Pari harus memanfaatkannya.

"Tanam sawit boleh, tapi jangan semua, budidayakan tanaman lain seperti kopi, kakau, pinang dan tanaman lain yang produktif bisa menghasilkan nilai tambah ekonomi. Jangan hanya sawit saja,"pesan Jarot.

Untuk di wilayah sepauk hulu kata Jarot, nanga pari dan enam daerah lainnya, terkait hutan sudah diajukan sebagai hutan adat yang dikuasi oleh masyarakat adat. 

"Maka jaga sungai, jaga hutan kita, semua tanaman produksi hutan yang bukan kayu bisa kita kembangkan, seperti rotan, damar dan tanaman lain di hutan kita kembangkan,” ucapnya. (fik)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar