BPBAT Mandiangin Laksanakan Temu Lapang Dengan Pembudidaya Ikan Air Tawar di Sintang

KBRN, Sintang : Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin menggelar temu lapang dengan para pembudidaya ikan air tawar dan mahasiswa yang ada di Kabupaten Sintang di Hotel Cika pada Rabu, 18 Mei 2022. Kegiatan tersebut dihadiri pula Anggota Komisi IV DPR RI Yessy Melania yang membidangi Pertanian; Lingkungan Hidup dan Kehutanan; dan Kelautan.

Kepala BPBAT Mandiangi, Evalawati mengatakan temu lapang ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembudidaya ikan air tawar, calon pembudidaya dan mahasiswa tentang bioflok dan teknik-teknik perikanan budidaya.

“Hari ini kita melakukan temu lapang perikanan budaya dengan tujuan untuk memberikan informasi terkait dengan bioflok dan perikanan budidaya. Harapan kami, bapak-ibu yang sudah melakukan budidaya bisa berkembang budidayanya bisa berproduksi dengan baik,” ucap Evalawati.

Evalawati melanjutkan, bagi peserta yang akan melakukan kegiatan budidaya ikan air tawar bisa melihat peluang baik ini karena dengan keberadaan Yessy Melania di Komisi IV DPR RI bisa membuat kelompok dengan memenuhi persyaratan tertentu yang bisa dikoordinasikan dengan Dinas Perikanan dan penyuluh sehingga bisa membangun perikanan budidaya di Kabupaten Sintang ini.

Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sintang melalui Kabid Perikanan Budidaya DKPP, Suhaidi mengatakan bahwa memang dana untuk pembangunan perikanan di Kabupaten Sintang sangat minim, maka Ia sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan-kegiatan yang dananya bersumber dari pusat lewat Anggota Komisi IV DPR RI Yessy Melania.

“Saya sangat berterimakasih kepada Ibu Yessy yang telah sudi meletakkan kegiatan ini di Kabupaten Sintang. terus terang di Kabupaten Sintang ini dana untuk pembangunan perikanan sangat minim sekali,” ujar Suhaidi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat yang diwakili Kepala Balai Budidaya Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut, Donatus mengatakan saat ini pihaknya sudah kehabisan indukan unggul untuk disalurkan kepada masyarakat. Ia berharap lewat program-program yang dilaksanakan ini pada tahun 2023 pihaknya bisa membantu ketersediaan benih bagi masyarakat.

“Melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi, semoga kami siap dalam tahun 2023 bisa membantu ketersediaan benih bagi masyarakat karena memang itu fungsi kami dulu,” kata Donatus.

Anggota Komisi IV Yessy Melania pada kesempatan temu lapang bersama para pembudidaya dan calon pembudidaya ikan air tawar tersebut mengatakan dengan segala potensi dan dengan segala kekurangan yang ada tetap akan mengusahakan kesejahteraan bagi pembudidaya.

“Kebetulan saya ini mitranya Kementerian Kelautan dan Perikanan jadi kegiatan temu lapang ini adalah salah satu komitmen KKP bersama Komisi IV untuk bisa terus memprioritaskan dan mengeksiskan para pembudidaya di lapangan. Dengan segala potensi yang dimiliki maupun dengan segala kekurangan yang perlu disikapi tentu  itu semua tidak mengubah maksud dan tujuan dari KKP dan Komis IV untuk kesejahteraan masyarakat kita terutama pembudidaya,” pungkasnya.

Yessy menambahkan perlu sinergisitas antara pemerintah daerah dan pihak-pihak lain dalam memenuhi keperluan pembudidayaan ikan yang dilakukan oleh masyarakat. Ia juga berpesan agar masyarakat yang hendak mendapatkan bantuan untuk memenuhi keperluan administrasi agar bantuan-bantuan yang ada bisa sampai ke masyarakat yang membutuhkan.

Kepada para calon pembudidaya ikan air tawar yang hadir terutama calon pembudidaya milenial Yessy mengatakan dengan kemudahan akses informasi yang tersedia di internet maka kesempatan untuk menjadi pembudidaya yang sukses terbuka lebar. Ia juga berharap BPBAT bisa menjadi garda terdepan pasokan ikan di Kalimantan Barat. (Dby)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar