Kasus DBD di Sintang Melonjak, Dinkes Sintang Gencar Lakukan Fogging

KBRN,Sintang : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Harysinto Linoh, meminta seluruh Puskesmas dikabupaten Sintang untuk siaga dan cepat tanggap menanganai kasus DBD. Penanganan penyakit ini, terutama pada balita dan anak-anak. Menjadi titik fokus Dinkes Sintang  diantaranya melakukan  pogging dan menggalakkan gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (Juru Pemantau Jentik). Gerakan ini bertujuan menurunkan angka penderita dan kematian akibat DBD. Meningkatkan peran serta dan pemberdayaan masyarakat berbasis keluarga untuk melakukan pencegahan.

“Ini merupakan program pemberantasan sarang nyamuk. Mengajak seluruh masyarakat berperan aktif mencegah perkembangbiakan nyamuk, khususnya jentik nyamuk Aides,” kata Sinto,Rabu (19/5/2022).

Sinto mengatakan, DBD umumnya kurang lebih demam biasa. “Kalau ada yang demam 2 hingga 5 hari secara mendadak, lesu, tidak ada nafsu makan, lemah dengan gejala mendadak tanpa sebab jelas, segera memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Mengecek apakah terkena DBD atau demam biasa,” pintanya.

Langkah paling utama, jelas Sinto, melakukan pencegahan dengan menjaga kebersihan lingkungan. “Pastikan 3 M, menguras, membersihkan atau menimbun barang penampung air. Sehingga tidak ada sampah dan air tergenang yang menjadi tempat nyamuk berkembang biak,” imbaunya.

Dijelaskan Sinto,kantong-kantong DBD dikabupaten sintang seperti di baning kota, sungai ana, tanjung puri, sungai durian, kelurahan ladang, kelurahan mambok , kecamatan sepauk , kecamatan Binjai di daerah pandan kecamatan tebelian dan daerah lainnya.

Sementara itu, Plt Kepala Puskesmas Tanjungpuri Sintang, Endi Juliansyah  mengatakan sepanjang januari hingga Mei 2022, Puskesmas Tanjungpuri, Sintang telah merawat 25 pasien Demam Berdarah Dengoe (DBD).

Pada Kasus DBD tersebut tidak ada pasien meninggal dunia. Semuanya dinyatakan sembuh.Pasien tersebar dari sejumlah desa dan kelurahan. Paling banyak tercatat dari Desa Sungai Ana dan baning kota.Selain itu melakukan penyemprotan pogging.

"Yang kami catat dan sudah kami lakukan penyelidikan epidemiologi sebanyak 25 orang, paling banyak berada di sungai ana, Baning kota juga. Keterangannya pasien tidak ada yang meninggal, sembuh semua, selain itu juga melakukan penyemprotan pogging" tambah Endi. (Ram).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar