Virus PMK Pengaruhi Peternak dan Pedagang di Sintang

KBRN, Sintang: Merebaknya kasus virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dikhawatirkan para pedagang dan peternak di Sintang,  mengingat saat ini pasokan daging sapi 40 persen didatangkan dari luar wilayah Sintang.

Untuk itu Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang Segera akan memberikan penyuluhan pada para pedagang dan peternak  di Sintang.

Medik Veteriner pada Bidang Peternakan di Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang Widodo mengatakan meski belum ditemukan kasus PMK di Sintang namun pasokan ternak sapi di Sintang masih mengandalkan beberapa wilayah yang terindikasi terkena PMK.

Menjelang Idul Adha  banyak ternak yang masuk dari luar wilayah, tahun lalu 653 ekor lebih Sapi yang dipotong pada Idul Adha, 40 persenya didatangkan dari luar wilayah Sintang.

“ Kesiapan jelang Idul Adha cukup mengkhawatirkan sebab baru saja rapat di Polres dimungkinkan tidak akan ada ternak masuk Sintang, sebab Pontianak, Mempawah, Kubu Raya bahkan Sanggau di curigai sudah ditemukan kasus PMK,” katanya saat dihubungi, selasa (17/5/2022).

Widodo memperkirakan pada perayaan Idul Adha penyakit ini sudah sampai di Sintang maka akan berpengaruh pada lalu lintas ternak di daerah ini, Kapolri, kata Widodo meminta setiap polres melakukan antusipasi dengan menggelar rapat bersama.

“ Besok kita akan melaksankan rapat selain bersama pedagang dan peternak juga ada dinas intansi terkait termasuk Polres dan Kodim kita libatkan,” tambahnya

Menurut Widodo, penyakit PMK menyerang hewan ternak seperti sapi, kambing, dan juga babi. virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak yang sudah terkonfirmasi masuk ke Kalimantan Barat sejak 13 Mei 2022. (fik)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar