Antisipasi Virus PMK di Sintang, Dinas Pertanian dan Perkebunan Segera Kumpulkan Pedagang dan Peternak

KBRN, Sintang: Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang akan mengumpulkan  para pedagang dan peternak  untuk membahas persoalan virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak yang mulai merebak di Kalimantan Barat.

Medik Veteriner pada Bidang Peternakan di Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang  Widodo mengatakan Saat ini belum ditemukan kasus PMK di Sintang. Tapi  perlu jaga-jaga sebab di beberapa kabupaten di Kalbar sudah ada tanda-tanda positif.

Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar mengkonfirmasi ada 14 hewan ternak di Kalbar positif PMK dan 193 suspect.

Guna mengantisipasi hal tersebut, Widodo dan tim akan melakukan penelusuran sebagai langkah awal pencegahan masuknya penyakit PMK masuk Sintang.

Saat  menjelang lebaran banyak ternak yang masuk dari Kalteng, maupun kabupaten lain ke kabupaten Sintang, Saat  lebaran idul fitri terdata 293  ekor sapi dipotong di Sintang.

“Kita akan datangi para pemotong, sekiranya ada ambil ternak dari Pontianak, mempawah, biar tahu kejelasnnya, apakah ada tanda-tanda penyakit PMK, kalau ndak alhamdulillah, bagiamanpun itu tugas kita laksanakan sebelum ditemukan kasusnya. Sebelum mewabah sudah ada antisipasi, penyakit ini secara teori tidak ada obatnya, tapi salah satunya dengan vaksinasi, sementara dari pusat belum ada vaksin dikirim ke kabupaten,” ungkap Widodo.

Menurut Widodo, penyakit PMK menyerang hewan ternak seperti sapi, kambing, dan juga babi. virus PMK  pada hewan ternak yang sudah terkonfirmasi masuk ke Kalimantan Barat sejak 13 Mei 2022. (fik)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar