Kabupaten Sintang Jadi Penyuplai Komoditas Cabai di Kalimantan Barat

KBRN, Sintang : Komoditas Cabai menjadi komoditas bahan pangan asal Kabupaten Sintang yang saat ini menjadi komoditas unggulan hingga menjadi salah satu pemasok utama cabai di Kalimantan Barat. Hal tersebut didukung oleh keberadaan pasar masuka yang disebut-sebut merupakan pasar terbesar kedua di Kalimantan Barat.

Salah seorang petani sekaligus juragan cabai asal Desa Pakak, Hendrianus kepada RRI mengatakan Pasar Masuka menjadi titik pertemuan para pedagang dari seluruh daerah di Kalimantan Barat sehingga peredaran komoditas cabai asal Kabupaten Sintang juga menyebar bersama dengan para pedagang dari kabupaten lain tersebut.

“Sintang ini, khususnya Pasar Masuka, kalau menurut hemat saya merupakan pasar sentral kedua di Kalimantan Barat setelah Pasar Flamboyan yang ada di Pontianak karena sayuran asal Sanggau Leda masuk ke Sintang, dari Rasau ke Sintang, dari Putussibau, Melawi, Sekadau belanjanya ke Sintang, maka perjalanan kebutuhan sayur-sayuran termasuk komoditas cabai sangat menjanjikan,” ungkap Hendrianus.

Hendrianus menambahkan, komoditas cabai produksi Desa Pakak banyak diminati oleh pasar luar Sintang juga. Ia mencontohkan beberapa kali dirinya memasok cabai hingga ke Kota Baru, Kabupaten Melawi dan tidak jarang cabai asal Sintang menjadi pemasok utama untuk pasar-pasar besar di Pontianak.

Salah seorang pedagang Pasar Masuka, Mah di tempat terpisah mengamini pernyataan Hendrianus tersebut. Ia mengatakan hampir seluruh pasokan cabai yang ada di Pasar Masuka merupakan cabai produksi dari Kabupaten Sintang. Menurutnya banyaknya sentra produksi cabai di Sintang membuat pasokan cabai di Sintang mampu dipenuhi oleh para petani lokal Sintang.

“Kalau (pasokan) di tempat lain kurang, langsung di antar ke Pontinak misalnya. Produksi cabai kita banyak dari kampung-kampung, dari SKPC, dari Pandan, dari SKPI, dari SKPH, dari Ketungau dan daerah lain,” ungkap Mah.

Mah melanjutkan, pedagang di Pasar Masuka lebih memilih menjual cabai produksi lokal Kabupaten Sintang karena kualitasnya yang bagus dan tidak cepat busuk. Ia mengakui memang beberapa kali di Kabupaten Sintang sempat mengalami kekurangan stok cabai dikarena gagal panen dan lain-lain dan harus mendatangkan dari luar daerah namun kurang diminati karena kualitasnya yang dibawah cabai lokal Sintang. (Dby)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar