Akhirnya Suami-Istri Ini Ditetapkan Tersangka

KBRN,Sintang : Polsek Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, menetapkan dua dari tiga terduga pelaku pencurian sepeda motor di BTN Nabila pada rabu 26 januari 2022 di Desa Balai Agung, sebagai tersangka.

EL (36) tahun dan AR (52) tahun  resmi ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan bukti awal yang cukup. Kedua tersangka ini, merupakan pasangan suami istri. Sementara AD (16) tahun yang tertangkap bersama ibunya mencuri saat ini statusnya masih terduga pelaku.

"Sudah tadi malam (ditetapkan sebagai tersangka). Dua orang (suami istri) anaknya belum," kata Kapolsek Sungai Tebelian, Ipda J. Efendhy Kusuma, Kamis ( 26/1/2022).

AR, tidak ikut melakukan aksi pencurian sepeda motor milik Petrus bersama istri dan anaknya. Namun, AR diduga kuat oleh pihak kepolisian yang menyuruh istrinya mencuri bersama dengan anaknya.

Aksi pencurian sepeda motor yang dilakukan oleh ibu dan anak ini tertangkap warga BTN Nabila, RT 09, Desa Balai Agung, Kecamatan Tebelian, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, pada Rabu 26 Januari 2022.

Sempat mengelak, mereka akhirnya mengaku setelah diintrograsi oleh warga sebelum diserahkan ke Polsek sungai tebelian.

"Suaminya dalam hal ini dia menyuruh istrinya untuk mengambil kendaraan milik warga," terang Kapolsek.

AR diamankan di tempat terpisah. Dia dijemput anggota di rumah kost Desa Balai Agung, Kecamatan Sungai Tebelian. Sementara EL dan AD, istri dan anaknya diamankan oleh warga saat mencuri motor.

"Kita masih kembangkan. Diduga aksi pencurian tidak hanya dilakukan di satu tempat," kata Kapolsek.

Terjerat  hutang rentenir membuat EL hilang akal sehat. Tak hanya mengambil jalan pintas, ibu rumah tangga berusia 36 tahun ini bahkan tega mengajak anaknya yang masih berusia 16 tahun melakukan perbuatan melanggar hukum.

"Karena saya terjerat (hutang dengan) rentenir," kata EL ditemui di Mapolsek Sungai Tebelian.

Selain EL, AD, dan AR, suami dan anaknya turut serta diamankan pihak kepolisian.

Meskipun suaminya tidak berada di lokasi kejadian, suami EL diduga terlibat dalam aksi pencurian yang dilakukan oleh istri dan anaknya. Ketiganya kini masih dalam pemeriksaan di Polsek Sungai Tebelian.

Berdasarkan identitas terduga pelaku, ketiganya bukan warga Kabupaten sintang , melainkan warga Kabupaten Melawi,Kalimantan Barat  Selama di sintang  ketiganya mengontrak rumah di Desa Balai Agung kecamatan tebelian .

EL mengaku, nekat mencuri lantaran terjerat hutang dengan rentenir sebanyak Rp 100 juta rupiah. Semula, uang hasil hutang itu dipergunakan untuk modal usaha jualan kaligrafi dan hiasan dinding.

Berbagai upaya sudah dilakukan EL dan keluarga untuk mengangsur pembayaran hutang ke rentenir, bahkan sampai menjual aset rumahnya.

"Lumayan lah (hutangnya) sampai rumah sudah saya jual Untuk membayar hutang. 100 juta rupiah. Awalnya minjam duit sama rentenir untuk modal jualan kaligrafi untuk hiasan dinding," kata EL.(Ram)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar