FKUB Sintang Ajak Masyarakat Sintang Saling Menghormati dan Menghargai Perbedaan

KBRN, Sintang : Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sintang menggelar pertemuan bertajuk “Mengelola Keberagaman” guna menjaga kondusifitas Kabupaten Sintang yang cukup majemuk. Ketua FKUB Kabupaten Sintang, Andreas Calon usai pertemuan tersebut kepada RRI mengatakan hasil dari pertemuan para tokoh lintas agama tersebut sepakat untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan yang ada di tengah masyarakat.

Andreas Calon mengingatkan bahwa jika terjadi kekacauan di Kabupaten Sintang ini hanya akan merugikan semua pihak. Menurutnya kasus perusakan rumah ibadah Ahmadiyah di Desa Balai Gana beberapa waktu lalu menjadi salah satu contoh agar kedepannya hal-hal semacam itu tidak terjadi lagi di Kabupaten Sintang ini.

“Kita harus saling menghormati, menghargai. Itulah hasil yang kami sepakati. Supaya sintang ini tetap kondusif, itu tugas kita bersama. Kalau tidak kondisif, tidak aman itu merugikan masyarakat sendiri dalam menjalankan usaha. Jangan sampai perbedaan membuat kita semakin jauh. Di Kabupaten Sintang ini ada 18 sub suku, jika masing-masing suku yang ada di Sintang ini memberikan kontribusi yang baik kepada Kabupaten Sintang saya rasa Sintang cepat maju,” ungkap Andreas Calon.

Andreas Calon melanjutkan, keberagaman justru menjadi kekuatan jika dikelola dengan baik. “Masing-masing suku, agama dan ras bisa msing-masing memberikan kontribusi yang baik bagi Negara kita Indonesia ini,” pungkasnya.

Selain tokoh agama yang tergabung dalam FKUB Kabupaten Sintang, hadir pula tokoh adat dan tokoh masyarakat yang memiliki harapan yang sama, yakni penghargaan terhadap perbedaan dan toleransi demi cita-cita Kabupaten Sintang yang maju. (Dby)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar