Hari Gizi Nasional, Pemkab Sintang Sampaikan Cegah Stunting Melalui RRI

KBRN, Sintang: Tim Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting (KP2S) Kabupaten Sintang tahun ini melakukan pembinaan di lima belas Desa yang telah ditetapkan sebagai Desa Lokus Stunting.

Saat dialog di studio pro 1 RRI Sintang, Peringatan Hari Gizi Nasional, 25 Januari 2022, Kepala Badan Perencanaan pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sintang yang juga duta 1000 hari pertama kehidupan atau duta stunting Kartiyus mengatakan penetapan Desa Lokus stunting berdasarkan penilaian bahwa Desa tersebut merupakan Desa rawan pangan dengan angka stunting diatas lima puluh persen.

Desa lokus stunting memiliki kelompok pendamping keluarga penurunan stunting, pekarangan lestari, kebun keluarga, kandang ternak, ikan dan lain-lain dibawah binaan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang tergabung dalam KP2S Kabupaten Sintang.

“Desa yang rawan pangan biasanya angka stunting tinggi, selalu kami temukan angka stunting di Desa tersebut, jadi kami ambil lima belas Desa ini angka stunting masih diatas lima puluh persen,” kata Kartiyus, Selasa (25/1/2022).

Sementara itu Staf Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang H. Sigit Margo Utomo mengatakan pemberian ASI eksklusif minimal enam bulan kepada bayi merupakan salah satu upaya penurunan stunting, ASI eksklusif dapat diberikan oleh para Ibu yang bekerja meninggalkan bayi di rumah dengan cara memerah asi, disimpan di kulkas atau freezer dan mampu bertahan selama tiga bulan, selain itu setiap Kantor pelayanan Publik wajib menyiapkan ruangan laktasi.

“ada cara yang dapat dilakukan para Ibu yang bekerja dan harus meninggalkan bayinya namun kebutuhan ASI eksklusifnya terpenuhi dengan baik yaitu dengan cara stok asi dan disimpan di dalam kulkas atau freezer, asi mampu bertahan selama tiga bulan,” jelas H. Sigit Margo Utomo.

Lima belas Desa di Kabupaten Sintang yang menjadi Desa Lokus Stunting tahun ini yaitu Desa Nanga Mentatai, Batu Ketebung, Nusa Tujuh, Nanga Abai, Nanga Oran, Tuguk, Jentawang Hilir, Lepung Pantak, Radin Jaya, Idai, Nanga Bugau, Kemantan, Bancoh, Riguk dan Hulu Dedai. (Tin)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar