BMKG Sintang Keluarkan Jurnal Kualitas Udara Melalui PM 2,5

KBRN, Sintang: Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sintang Supriandi mengatakan Alat pengukur  PM 2,5 yang terpasang di BMKG Sintang sudah aktif.

ALat pengukur PM 2,5 ini mendeteksi 24 jam sepanjang tahun untuk mengetahui kwalitas udara di wilayah Sintang dan sekitarnya.

“ Sintang ini daerah yang cukup rawan kebakaran hutan sehingga pemasangan PM2,5 ini di pandang penting, pada tahun 2021 ini ada tiga wilayah di kalbar yang telah dipasang yakni, Supadio Pontianak, mempawah dan Sintang,” jelasnya, senin (06/12/2021).

Kebakaran Hutan dan Lahan yang kerap terjadi di Sintang pada musim kemarau disadari dapat menganggu kesehatan masyarat, sehingga kata Supriandi perlu ada alat untuk mengukur secara presisi kondisi udara yang dilaporkan dalam jurnal setiap saat untuk di informasikan pada masyarakat.

“ Pemda Sintang memiliki alat potabel namun yang mampu mendeteksi saat saat tertentu saja seperti saat maraknya kebakaran hutan, tidak mampu mendeteksi selama sepanjang tahun, namun yang terpasang di BMKG bekerja 24 jam dan mendeteksi semua partikel hingga 2,5 Mikrometer,”katanya.

Partikel tak kasat mata ini oleh para ahli kesehatan dinamai PM 2,5 atau Particular Matter 2,5, didasarkan pada ukurannya yang hanya mencapai 2,5 mikrometer.

Ukurannya yang sangat kecil bisa diibaratkan hanya 3 persen dari diameter rambut manusia. Saking kecilnya, Greenpeace Indonesia mengatakan bahwa PM 2,5 bisa dengan mudah menembus masker yang biasa dipakai.  (fik)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar