Pelatih Anggar Sintang Keluhkan Minimnya Regenerasi Atlit

KBRN, Sintang : Pada gelaran PON tahun 2021 yang diselenggarakan di Provinsi Papua, tim anggar Kalimantan Barat yang biasanya diisi atlit-atlit berprestasi asal Kabupaten Sintang kali ini harus puas hanya mengirim satu wakilnya yakni Oktavianus Harry Putra setelah sebelumnya satu orang kompatriotnya yang juga asal Kabupaten Sintang mengundurkan diri karena harus fokus pada pendidikannya.

Saat berbincang dalam acara Aspirasi Pagi RRI Sintang, Bayu Indra Gunawan, pelatih anggar yang juga turut membina atlit-atlit anggar asal Kabupaten Sintang mengatakan saat ini Kabupaten Sintang memang kekurangan regenerasi atlit-atlit usia dini. Ia mengatakan saat ini tersisa tidak lebih dari 20 orang atlit yang masih aktif berlatih.

“Untuk mencari pembibitan memang agak sulit sekarang karena bibit-bibit baru itu biasanya muncul dari pelajar-pelajar. Saat ini para pelajar banyak yang belajar sampai jam 3 sore, sedangkan jadwal latihan efektif anggar dimulai pukul 15.30 wib. Sehingga sulit menemukan atlit-atlit baru di cabang anggar ini. Situasi ini turut membuat tutunnya prestasi anggar kita karena latihannya kurang dan juga berpengaruh pada menurunnya minat para pelajar untuk ikut dalam olahraga anggar,” ujar Bayu.

Pelatih yang juga turut mendampingi tim atlit anggar perwakilan Kalimantan Barat saat di PON Papua lalu mengatakan untuk kembali menaikkan grafik prestasi olahraga anggar dirinya saat ini sedang merintis olahraga anggar sebagai extra kurikuler di sekolah-sekolah yang ada di Kota Sintang dimulai dari MTSN Sintang untuk kemudian ke sekolah-sekolah lain.

Sementara itu, di acara yang sama Oktavianus Harry Putra, atlit yang pada PON 2016 lalu menorehkan banyak prestasi mengaku dirinya minim persiapan saat PON Papua 2021 lalu sehingga harus gugur pada babak 16 besar.

Harry mengaku pada PON Papua kali ini beberapa rekannya yang sebelumnya menorehkan banyak prestasi juga tidak bisa turun dikarena sedang kuliah maupun karena sudah bekerja sehingga tidak bisa ikut membela tim PON Kalimantan Barat, efeknya bisa diduga yaitu menurunnya prestasi cabang anggar di PON Papua lalu.

“sudah banyak yang mulai vakum, ada yang karena sedang kuliah ada yang sudah kerja,” ucap Harry.

Harry dan Bayu mengharapkan adanya regenerasi atlit anggar guna menorehkan ulang tinta emas yang pernah diraih atlit-atlit anggar Sintang. Harry mengaku lewat anggar dirinya bisa merasakan mengikuti pertandingan di banyak kota di Indonesia dan berbagai Negara, sebuah pengalaman yang mungkin tidak ia rasakan jika tidak berkecimpung di olahraga anggar. Maka ia mengajak anak-anak muda untuk bergabung menjadi atlit dan berlatih anggar.

Begitu pula Bayu, ia mengajak anak-anak muda Sintang untuk menjadi atlit anggar, menurutnya olahraga ini baik untuk kesehatan fisik dan pikiran karena anggar adalah gabungan keduanya, menggerakkan fisik dan mengasah pikiran. Bagi yang ingin bergabung, Bayu mengatakan tinggal datang saja ke Indoor setiap harinya, dirinya dan teman-teman yang berlatih anggar ada di sana di pelataran Indoor Apang Semangai pukul 15.30-17.15 wib. Bayu juga mengatakan untuk peralatan awal yang digunakan untuk latihan dirinya sudah punya cukup banyak sehingga untuk anak-anak yang baru bergabung tidak perlu khawatir akan peralatan yang diperlukan untuk latihan karena sudah disiapkan. (Dby)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar