Banjir tersisa 2 persen, Pemkab Sintang Cabut Tanggap Darurat Batingsor

KBRN, Sintang: Pemerintah kabupaten Sintang mencabut masa tanggap darurat bencana alam banjir, angin puting beliung dan tanah longsor (bantingsor) di Kabupaten Sintang tanggal 30 November 2021 dan tidak akan diperpanjang lagi dengan memperhatikan kondisi banjir saat ini yang hanya tersisa 2 persen saja.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sintang Kurniawan mengatakan dengan selesainya masa tanggap darurat, maka Bupati Sintang akan mengeluarkan Surat Keputusan Bupati Sintang tentang Transisi Darurat Menuju Pemulihan Bencana Alam Banjir,  Angin Puting Beliung dan Tanah Longsor di Kabupaten Sintang serta Surat Keputusan Bupati Sintang tentang pembentukan Tim Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana.

“SK Bupati Sintang tentang transisi ini akan memberikan waktu kepada tim untuk bekerja selama 90 hari terhitung 1 Desember 2021 sampai 28 Februari 2022 untuk pemulihan,” terang Kurniawan

“Kondisi objektif banjir saat ini adalah masih ada 17 desa di 4 kecamatan yang masih terdampak yakni Sintang, Sepauk, Ketungau Hilir dan Kelam Permai. Jumlah KK yang masih mengungsi sebanyak 11 KK atau 41 jiwa yang semuanya ada di Kecamatan Ketungau Hilir,” terang Kurniawan

Korban meninggal selama banjir sebanyak 4 orang. Lokasi pengungsian masih ada 1 lokasi di Ketungau Hilir. 98 persen kondisi banjir sudah surut dan normal.

Setelah masa tanggap darurat selesai dilanjutkan dengan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

“Jadi kita focus untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi. Pemkab Sintang akan melakukan penyusunan rencana usulan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana banjir baik ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat maupun Pemerintah Pusat. Intinya saat ini Sintang sudah pulih dan sedang tahapan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi” terang Kurniawan. (fik)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar