R-APBD Sintang Defisit, Badan Anggaran Sarankan Peleburan OPD

KBRN, Sintang: Juru bicara Anggota Badan Anggaran Rancangan Peraturan Daerah DPRD Sintang Sandan,S.Sos mengatakan karena kondisi anggaran di R-APBD  kabupaten Sintang yang sulit maka perlu perampingan dengan peleburan OPD.

Hal tersebut dikatakan Sandan dalam rapat paripurna ke-20 masa persidangan III tahun 2021 dalam rangka penyampaian laporan Badan Anggaran, Permintaan Persetujuan Anggota DPRD Sintang dan pendapat akhir Bupati Sintang atas nota keuangan dan Raperda APBD Kabupaten Sintang 2022 di gedung DPRD Sintang, selasa (30/11/2021) sore.

 “ Sesuai Peraturan Mendagri 27 tahun 2021 tentang penyusunan APBD 2022 bahwa belanja modal paling sedikit 25 persen dari APBD 2022 namun kenyataannya hanya dapat dianggarkan 8 persen, maka Badan Anggaran memberikan saran OPD dapat digabungkan seperti dinas pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dinas Sosial tenaga kerja dan transmigrasi, Diskominfo dan Kesbangpol digabungkan di Sekretariat daerah,” katanya.

Sandan juga mengatakan, pencadangan anggaran untuk P3k tidak diperkenankan untuk anggaran lainya, selain itu guna percepatan penyerapan anggaran diharapkan kegiatan dilakukan ditriwulan pertama yang menyangkut kegiatan fisik baik melalui penunjukan langsung maupun lelang.

Plh. Bupati Sintang Yosepha Hasnah mengatakan selama pembahasan RAPBD 2022 terjadi dinamika yang cukup dinamis terutama pada pembahasan teknis, untuk itu pihaknya memohon maaf  bila dalam pembahasan tersebut terdapat hal yang kurang berkenan.

Yosepha Hasnah mengatakan, usulan postur APBD kabupaten Sintang tahun 2022, penerimaan uang melalui kas umum daerah yang menambah ekuitas dana pemerintah daerah diusulkan Rp 1,9 triliyun setelah pembahasan menjadi Rp 1,7 triliyun lebih atau menurun Rp152 milyar lebih.

“Penurunan pendapatan ini dikarenakan terjadinya penurunan pendapatan transfer dari pemeritah pusat yang dialokasikan ke kabupaten Sintang pada tahun 2022 terutama pada Dana Alokasi Khusus DAK,” ujar Yosepha.

Dari anggaran Belanja kabupaten Sintang yang diusulkan menurut Yosepha terjadi defisit sebesar Rp 11 Milyar 568 ratus juta lebih. Untuk defisit tersebut tersebut ditutup dengan pembiayaan netto berasal selisih penggunaan dari pengeluaran pembiayaan sehingga menjadi berimbang.

Paripurna dipimpin Ketua DPRD Sintang Florensius Ronny dan dihadiri Anggota DPRD, Kepala OPD dan Forkopimda Kabupaten Sintang. (fik)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar