Buruh di Sintang Kecewa UMK Tahun 2022 Hanya Naik 0,59 Persen

KBRN, Sintang : Buruh di Kabupaten Sintang kecewa terhadap keputusan pemerintah tentang besaran kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) yang naik hanya 0,59 persen. Ketua DPC Serikat pekerja Pelikha kabupaten sintang, Yohanes Agustinus menyatakan rasa kecewanya dengan keputusan yang diambil oleh pemerintah karena menurutnya saat ini pengusaha terutama pengusaha sawit justru sedang menikmati kenaikan harga yang cukup signifikan.

Penetapan UMK untuk tahun 2022 berpedoman pada PP nomor 36 tahun 2021 sesuai keputusan Kementrian Tenaga Kerja. UMK tahun 2021 sebesar Rp,2.596.644. Sesuai formulasi UMK tahun 2022 ditetapkan angka kenaikan 0,59 persen artinya naik sebesar Rp. 15.320.20 sehingga besaran UMk tahun 2022 adalah Rp. 2.611.966.41. Hal tersebut membuat kalangan buruh di Kabupaten Sintang menyatakan kekecewaannya ditengah harga komoditi sawit dimana buruh banyak bekerja sedang mengalami kenaikan harga yang signifikan.

“Kami seluruh serikat buruh dan serikat pekerja yang ada di Kabupaten Sintang merasa kecewa dengan apa yang sudah diputuskan oleh pemerintah karena menurut kami hal ini tidak relevan dengan perkembangan ekonomi yang ada di Kabupaten Sintang. Kita melihat pengusaha-pengusaha hari ini sudah begitu sukses karena dengan naiknya komoditi kelapa sawit (harusnya kenaikan upah yang lebih layak) bukanlah sesuatu yang membuat para pengusaha menjerit,” ujar Yohanes Agustinus.

Buruh di Sintang menuntut kenaikan UMK Sintang setidaknya setara dengan upah minimum provinsi. Yohanes Agustinus mengatakan, seluruh anggota dewan pengupahan serikat pekerja di Kabupaten Sintang pada tanggal 23 November yang lalu mengusulkan kepada Gubernur melalui Bupati agar UMK dinaikkan kembali.

Yohanes berharap usulan dari para buruh ini bisa dipenuhi dan ditandatangani oleh Gubernur Kalimantan Barat. Buruh saat ini kata Yohanes menunggu jawaban Gubernur beberapa waktu kedepan dan berharap usulan mereka dapat didengar oleh pemerintah.

Sementara itu, saat dihubungi RRI, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sintang, Drs. Subendi, M.si mengatakan bahwa aspirasi dari serikat buruh sudah ditampung bahkan dicantumkan ke dalam berita acara usulan kenaikan UMK yang diserahkan ke Gubernur.

“Kemarin 6 serikat pekerja hadir, mereka minta kenaikan UMK menjadi Rp. 2.615.000,- hanya naik tiga ribu rupiah dari formula itu. Mereka sudah sepakat yang diusulkan sesuai formula itu, tetapi juga dicantumkan usulan mereka untuk kenaikan UMK sesuai yang mereka inginkan,” terang Subendi.

Saat ini, kata Subendi tinggal menunggu Gubernur untuk menetapkan besaran yang disetujui oleh Gubernur melalui bagian biro hukum untuk mempertimbangkannya.  Subendi mengatakan apapun keputusan Gubernur, serikat pekerja akan mengikuti dan Ia menekankan bahwa aspirasi dari serikat pekerja didengar oleh Pemerintah. (Dby)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar