Polres Sintang Gelar Press Release Penindakan Kasus PETI dan Curanmor

KBRN, Sintang : Jajaran Polres Sintang menggelar press release penindakan kasus PETI (pertambangan emas tanpa izin) dan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di wilayah Polres Sintang di halaman Polres Sintang, Jum’at (15/10/2021).

Wakapolres Sintang, Kompol Rizal Satria, S.I.K yang memimpin press release tersebut didampingi Kasat Reskrim Polres Sintang, AKP Hoeruddin dan Kabagops Polres Sintang AKP Yafet Efraim Patabang. Kompol Rizal menyampaikan para tersangka curanmor ini menjual hasil curanmornya ke luar Sintang, sedangkan untuk kasus PETI diamankan 9 orang tersangka.

“Ada beberapa unit motor yang sudah dijual oleh tersangka dan dalam proses penyidikan telah ditetapkan satu orang penadah. Untuk modus tersangka adalah dengan menjual hasil curanmor ke luar wilayah Kabupaten Sintang dan menjualnya warga di pedalaman dengan mengatakan bahwa motor tersebut adalah hasil tarikan leasing. Untuk masalah PETI, kita sudah melaksanakan operasi PETI Kapuas selama 14 hari dan berhasil mengamankan 9 orang tersangka,” ujar Kompol Rizal Satria.

Kompol Rizal Satria melanjutkan, kepada para tersangka curanmor ini dikenakan pasal 363 ayat (1) ke 3 dan 4 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara, sedangkan untuk para tersangka PETI terancam 5 tahun penjara dan denda paling banyak seratus miliar rupiah.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Sintang, AKP Hoeruddin menjelaskan lokasi penjualan hasil kejahatan curanmor diamankan di Bengkayang. “TKP nya di wilayah hukum Polres Sintang, untuk penjualannya di luar wilayah hukum Polres Sintang. kemarin kita mengamankan bukti kejahatan di daerah Bengkayang,” ujar Kasat Reskrim.

Kepada para korban curanmor, Kompol Rizal Satria mengatakan jika hendak mengambil kendaraannya untuk melampirkan STNK dan BPKB sebagai bukti kepemilikan yang sah. Kompol Rizal juga menghimbau masyarakat agar mewaspadai siapapun yang menawarkan kendaraan di bawah harga rata-rata perlu dipertanyakan asal muasal kendaraan tersebut dan jangan tergiur dengan harga yang murah karena bisa saja kendaraan tersebut berasal dari tindak kejahatan.

Untuk warga yang hendak membeli kendaraan bekas bisa mengecek surat-surat kendaraan yang hendak dibeli tersebut di samsat untuk memastikan bahwa kendaraan tersebut bukan hasil kejahatan. (Dby)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00