Virus ASF Mematikan, Ini Cara Selamatkan Puluhan Ribu Ternak Babi Di Kabupaten Sintang

KBRN,Sintang : Ketua Asosiasi Peternak Babi Kabupaten Sintang Beny , mengaku khawatir penyebaran wabah demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) dari Sumatera Utara bisa masuk ke daerah lain di Indonesia. Virus flu babi menyebar antar babi, bukan pada manusia.

Kekhawatiran itu muncul karena dia menganggap transportasi pengangkut babi bisa menjadi media penyebaran virus ASF. Ia pun meminta agar peternak Babi dikabupaten sintang untuk tetap menjaga kebersihan dan kesehatan hewan ternak babi, mengingat potensi ternak babi dikabupaten sintang cukup banyak ada 67 ribu babi.

"Memang ini menjadi dilema, di satu sisi memikirkan peternak disintang, namun di sisi lain ada puluhan ribu hewan ternak babi yang perlu diselamatkan, dengan adanya virus ini akan berdampak pada penjualan daging babi dipasaran akan menurun.Kami berharap agar virus ASF ini cepat berakhir mengingat kebutuhan akan daging hewan babi disintang cukup tinggi " kata Beni saat berdialog dengan RRI, Jumat (15/10/2021).

Dinas Pertanian Kabupaten Sintang mendata sudah ada 150 ekor Babi mati terserang virus demam babi afrika atau ASF (African Swine Fever)  hingga saat ini belum ditemukan vaksin atau obat untuk mengatasi pada ternak babi tersebut.

Kepala Bidang Peternakan Pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang Dokter Hewan Sriyanto mengatakan  saat  ini ada 67 ribu hewan ternak babi di Sintang terancam terkena virus ASF ini .

“Hingga saat ini ada 150 ekor dan ini terus terjadi sepanjang hari karena banyak Babi yang ditemukan mengalami sakit terkena virus ASF ,” kata Sriyanto.

Kematian pada ternak Babi yang terserang ASF berbeda dengan penyakit lainya, nafsu makannya hilang sehingga Babi mati dalam waktu dua sampai tiga hari, kematian pun tidak sekaligus tapi bisa terjadi setiap hari sampai seluruh babi milik peternak mati.

ASF ini ditemukan pertama kalinya di Kapuas hulu namun awal September sudah masuk ke Sintang Belum ada obat atau vaksin untuk ASF ini .Untuk itu Ia menghimbau peternak dan penjual produk daging babi untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap virus  Babi ini .

“Kami sudah sosialisasikan kepada peternak, satu satunya cara mencegah penularan. Peternak babi harus  menjaga kebersihan kandang, menyemprot dengan disinsfektan, karena belum ada obatnya,” kata Sriyanto.

Untuk mencegah penularan lebih meluas, masyarakat dilarang membuang bangkai ternak babi ke sungai, hutan atau sekitar tempat permukiman warga, namun harus menguburnya. (Ram)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00