Enam Puluh Ribu Ekor Babi di Sintang Terancam ASF

KBRN, Sintang: Dinas Pertanian Kabupaten Sintang mencatat puluhan ekor Babi mati terserang virus demam babi afrika atau ASF (African Swine Fever)  hingga saat ini belum ditemukan vaksin atau obat untuk menanggulangi tingginya kematian pada ternak babi.

Dokter Hewan Sriyanto pada Dinas Pertanian Kabupaten Sintang mengatakan fatalitasnya saat ini 100 persen ada sekitar 60 ribu babi milik Peternak di Sintang terancam.

“ Sampai hari ini total kematian di kecamatan Sintang saja sudah hampir mencapai 90 ekor dan ini terus terjadi sepanjang hari karena banyak Babi yang ditemukan mengalami sakit,” kata dr Sriyanto, rabu (13/10/2021).

Kematian pada ternak Babi yang terserang ASF berbeda dengan penyakit lainya, nafsu makannya hilang sehingga Babi mati dalam waktu dua sampai tiga hari, kematian pun tidak sekaligus tapi bisa terjadi setiap hari sampai seluruh babi milik peternak mati.

ASF ini ditemukan pertama kalinya di Kapuas hulu namun awal September sudah masuk ke Sintang Belum ada obat atau vaksin untuk ASF ini untuk itu Ia mengimbau kepada peternak dan penjual produk daging babi untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap virus ASF .

“Kami sudah sosialisasikan kepada peternak, satu satunya cara mencegah penularan. Peternak babi harus  menjaga kebersihan kandang, menyemprot dengan disinsfektan, karena belum ada obatnya,” dr.h Sriyanto

Untuk mencegah penularan lebih meluas, masyarakat dilarang membuang bangkai ternak babi ke sungai, hutan atau sekitar tempat permukiman warga, namun harus menguburnya. Babi yang terinfeksi dan dikonsumsi pun dapat memperluas penyebaran virus bila sisa dagingnya tercecer. (fik)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00