BLT-DD Masih Jadi Skala Prioritas Penggunaan Dana Desa

KBRN, Sintang : Terkait BLT-DD (Bantuan Langsung Tunai – Dana Desa) setiap tahunnya, Menteri Desa mengeluarkan Peraturan Menteri Desa tentang petunjuk penggunaan Dana Desa. Pada tahun 2020, kebijakan Presiden yang ditindaklanjuti oleh Menteri Desa, mengubah Permendes tentang prioritas penggunaan Dana Desa dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Herkulanus Roni saat dihubungi RRI.

Menurutnya, ada dua hal yang menjadi prioritas penggunaan dana desa di tahun 2020 hingga 2021 ini, yaitu pemanfaatan dana desa untuk BLT-DD dan penanggulangan pandemi Covid-19.

“Ada dua hal prinsip yang harus dilakukan oleh Pemerintah Desa. Pemerintah Desa wajib menganggarkan BLT-DD. Di tahun 2020, BLT-DD besarannya Rp. 600.000,- kemudian ada perubahan terkait besarannya menjadi Rp. 300.000,- per KPM. Disamping BLT-DD ada juga kewajiban Pemerintah Desa menganggarkan penanganan non bencana, yaitu penanganan Covid-19. Jadi di Desa dibentuk satgas penanganan Covid-19. Dua hal ini menjadi prioritas penggunaan dana desa tahun 2020 yang berlanjut di tahun 2021,” jelas Roni.

Tahun ini lanjut Roni, BLT-DD masih menjadi skala prioritas penggunaan dana desa, dibagikan mulai januari sampai desember sehingga dana desa wajib digunakan untuk itu. Roni menggaris bawahi bahwa BLT-DD diperuntukkan bagi warga tidak mampu sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan oleh Kementrian Sosial.

Roni juga mengatakan bahwa untuk menentukan siapa yang berhak mendapatkan BLT-DD adalah hasil musyawarah di tingkat Desa berpedoman kepada kriteria yang sudah ditentukan oleh Kementerian Desa. (Dby)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00